"Apakah langkah partai yang masih mengaku sebagai anggota koalisi tetapi tidak perduli kepada upaya pemerintah untuk menyehatkan fiskal demi sehat dan terjaganya pertumbuhan dan stabilitas perekonomian layak mengklaim dirinya sebagai pembela rakyat?" kata Amir dalam pesan singkat kepada detikcom, Kamis (13/6/2013).
Amir menilai kenaikan harga BBM dimaknai sebagai upaya menjaga perekonomian nasional. Namun tetap saja ditunggangi manuver politik mencari perhatian rakyat.
"Apakah dengan menutup mata atas potensi akan terjadinya krisis keuangan/perbankan akibat manuver dan akrobat politik partai tersebut dapat mereka klaim sebagai tindakan patriotik?" kritiknya.
Tentu saja kenaikan BBM juga diimbangi dengan peningkatan bantuan untuk rakyat kecil. Seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang akan dicairkan ke masyarakat tak mampu.
"Apakah menghalangi rakyat miskin atas haknya mendapatkan bantuan dapat mereka klaim sebagai tindakan pro rakyat kecil?" sindirnya.
(van/nrl)











































