1. Rumah Mewah Bandar Narkoba
|
|
Hampir seluruh rumah yang ada di kawasan perumahan tersebut bercat kuning dan berlantai tiga. Kawasan Mediterania Golf mulanya merupakan persawahan dan rawa yang kemudian diubah menjadi kompleks mewah. Sepanjang jalan kompleks berdiri penuh pepohonan yang memberikan kerindangan tersendiri. Aroma yang tercium bersumber dari semilir laut yang jaraknya hanya 100 meter dari kompleks.
Sedikit kendaraan yang keluar masuk dari pintu kompleks. Kebanyakan yang hilir mudik adalah para pembantu maupun pengasuh anak dari penghuni kompleks. Rumah Nico berjarak sekitar 200 meter dari pos keamanan. Tidak ada kendaraan pribadi yang terparkir di depan rumah, hanya satu unit mobil polisi berwarna abu-abu.
2. Nico 'Koboi' dan Keterlibatan Mafia
|
|
Nico si penembak bus TransJakarta diduga terlibat dengan kelompok mafia di Jakarta. Dugaan ini didasari pada kepemilikan sejumlah senjata api serta bukti-bukti lainnya.
Saat Nico ditangkap di rumahnya, di kediamannya terpasang sejumlah CCTV. Mulai dari teras rumah hingga di setiap sudut ruangan rumahnya.
"Saat digerebek di rumahnya, di depan rumahnya terpasang CCTV, dan di sudut ada CCTV. Dalam rumah juga ada. Dia bisa melihat siapa-siapa saja yang datang ke rumahnya," ujar Andap.
3. Tak Setor Duit Narkoba, Kaki Anak Buah Nico Didor
|
|
Seperti dialami Cece (31) dan Iwan (28). Keduanya mengalami penyekapan dan penganiayaan lantaran tidak menyetor Rp 50 juta hasil transaksi narkotika kepada Nico
"Mereka ini anak buah Nico yang menjadi pengedar ekstasi dan sabu," kata Kapolres Jakarta Utara saat itu Kombes Andap Budhi, Selasa (18/1/2011).
Saat pengerebekan di kediaman Nico pada Minggu malam, 16 Januari 2011, polisi menyita berbagai senjata api seperti sebuah Revolver rakitan, sebuah senjata api kaliber 22 dan berbagai jenis amunisi. Di lokasi itu polisi juga menemukan berbagai senjata tajam seperti golok dan pedang.
4. Pengusaha Klub Malam Sampai Bodyguard
|
|
Nama Nico dalam daftar kepolisian tidaklah asing. Dia disebut-sebut sebagai bandar narkotika dan kesehariannya memakai jasa preman. 4 Senjata tajam berupa samurai dan golok yang ditemukan aparat di sedan Lancer merah B 171 JUN yang dikendarainya diduga untuk mempersenjatai preman bayarannya.
Saat kepolisian menangkap Nico di rumahnya di kompleks perumahan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, dua jam setelah kejadian pada 15 Januari 2011, polisi menemukan sesuatu yang mencengangkan. Di kamar tidurnya, Nico rupanya menyimpan dua pucuk senjata api. Salah satu pistol yang dipakai pria penuh tato itu menembaki bus TransJ disita polisi.
Polisi kemudian menggeledah seisi rumah tersangka. Di brankas ruang kerjanya, polisi menemukan 2.700 butir Happy Five, 11.963 butir ekstasi serta uang sebesar Rp 101 juta. Uang sebanyak itu diduga hasil penjualan narkotika.
Semakin penasaran, kepolisian mengembangkan penyidikan ke rumahnya yang lain di Jl Kenari, 100 meter dari rumah pertamanya di Pantai Indah Kapuk. Di lokasi tersebut polisi menemukan 1 tong ephedrine, bahan pembuatan ekstasi yang beratnya mencapai 50 kilogram. Di lokasi itu juga polisi mengamankan alat pencetak ekstasi.
Pengembangan di rumah tersangka lainnya di Kamal Muara ditemukan ada 17 bilah samurai dan golok.
5. Pengendali Pabrik Ekstasi dari Balik Bui
|
|
Pria 29 tahun penuh tato ini diduga mengotaki pabrik ekstasi di Kalideres, Jakarta Barat. Nico kini telah berada di tangan BNN.
Halaman 2 dari 6











































