AS Bantu Rp 1,3 M untuk Korban Bom Kedubes Australia
Rabu, 20 Okt 2004 02:27 WIB
Jakarta - Pemerintah AS menyerahkan US$ 150 ribu atau Rp 1,3 miliar sebagai bantuan darurat medis dan konseling trauma bagi korban ledakan bom di depan Kedubes Australia pada 9 September 2004, yang menelan 9 korban jiwa dan melukai lebih dari 200 orang.Bantuan Pemerintah AS diberikan oleh lembaga US Agency for International Development (USAID) melalui kemitraan dengan beberapa organisasi lokal dan internasional, sebagai bagian dari bantuan terpadu untuk korban, yang diprakarsai oleh AusAID (Lembaga Bantuan Pemerintah Australia)."USAID bangga dapat bekerja sama dengan AusAID, International Catholic Migration Commission (ICMC), Yayasan PULIH dan lainnya untuk dapat membantu korban ledakan bom dan keluarganya dalam emnghadapi peristiwa tragis ini. USAID akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia dan lembaga lainnya dalam upaya mendukung Indonesia yang produktif, stabil dan moderat," kata Direktur USAID untuk Indonesia William Frej dalam rilisnya kepada detikcom, Selasa (19/10/2004).Bentuk bantuan darurat tersebut mencakup kampanye media massa yang memberikan informasi kepada korban dan masyarakat mengenai strategi penanggulangan trauma secara alami, bantuan dalam proses pemulihan trauma dengan dibukanya layanan hotline dan e-counseling melalui internet bagi korban bom yang selamat.Kemudian bantuan untuk revisi dan pengembangan sebuah panduan media dalam meliput tragedi kemanusiaan dan peristiwa traumatis, yang kelak bisa mendorong media dalam melakukan peliputan yang menghormati hak-hak keluarga korban.Dukungan juga diberikan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk memobilisasi kesiapan ambulans dan relawan-relawannya dalam menanggapi darurat medis, serta penyediaan obat-obatan dan darah bagi korban dan rumah sakit.
(sss/)










































