Para penculik Ende, seorang karyawan bank, terbilang sadis saat melakukan aksinya. Mereka bahkan mengaku sebagai anggota polisi saat menyergap seorang korban lainnya yang bernama Khotib.
"Mereka mengaku polisi waktu menyergap Pak Khotib dan sempat melepaskan tembakan ke udara juga," kata Ende, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/6/2013).
Khotib dijemput para tersangka di Rumah Makan Gareng, Kranji, Bekasi Kota pada Kamis 6 Juni 2013 pukul 15.00 WIB. Khotib saat itu dijemput oleh 13 tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ende menjelaskan, Khotib adalah mantan bosnya, sewaktu ia bekerja di sebuah koperasi di kawasan Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Khotib ikut dibawa tersangka lantaran mengenalkan seorang wanita bernama Pipit kepada Ende.
"Pipit ini merental mobil tersangka, yang kemudian mobilnya digadaikan oleh Pipit kepada saya," kata Ende.
Ende sendiri pernah diminta para tersangka untuk memancing Pipit datang dan menyerahkan mobil Avanza yang direntalnya. Namun, Ende tidak berhasil memancing Pipit, hingga akhirnya ia disekap oleh para pelaku.
"Saya diminta tebusan Rp 20 juta kalau mau dibebaskan," kata dia. Total jenderal komplotan penculik yang berjumlah 14 orang itu menculik 9 orang. (mei/nal)











































