Pilbup Maltra digelar hari ini. "Kami terpaksa memboikot karena ada 32 peti suara yang sudah dicoblos oleh pendukung kandidat lain," ujar calon wakil bupati, Wardatu Uar, kepada detikcom via ponsel, Selasa (11/6/2013).
Pasangan Longginus Sangur-Abdur Rasid Wakanubun, HM Thaher Hanubun-Gabriel Habel Hukubun, Samuel Resubun-Muti Matdoan, Josep Renmeuw-Wardatu Uar, dan Yosep Sikteubun-Dzulkifli Rettob, menandatangani pernyataan boikot. Tim gabungan dari KPU Maluku Tenggara, Panwaslu, Polri, dan TNI tengah menyelidiki kasus tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di-pending karena hari ini berjalan bersamaan dengan Pemilihan Gubernur dan Wagub Maluku," tegas Idrus.
Situasi di Maltra dilaporkan tegang. "Banyak polisi dan tentara yang berjaga-jaga, terutama di kantor KPUD," kata Jhon Renwarin, tokoh pemuda Maluku Tenggara.
Jhon menyesalkan adanya perusakan kotak suara dan meminta pihak KPUD dan polisi untuk mengusut tuntas perusakan dan pencoblosan kertas suara sebelum pelaksanaan pilbup. Dia melihat sendiri sekitar pukul 10.00 WIT, sebanyak 32 peti atau kotak suara baru dibawa ke TPS.
"Padahal pelaksanaan pencoblosan sudah berlangsung sejak pukul 08.00 WIT," kata Jhon.
(han/trw)










































