Komnas HAM Protes Aksi Tembak Mati Densus 88 pada Nudin di Poso

Komnas HAM Protes Aksi Tembak Mati Densus 88 pada Nudin di Poso

- detikNews
Selasa, 11 Jun 2013 13:35 WIB
Jakarta - Komnas HAM memprotes aksi tembak mati Densus 88 pada Nudin yang disebut sebagai terduga teroris. Aksi penembakan pada warga Poso itu dinilai berlebihan. Densus seharusnya berpegang pada azas praduga tak bersalah.

"Komnas HAM menyesalkan Densus kembali menembak mati seorang warga poso bernama Nudin yang dituduh teroris, dalam kondisi tidak berdaya," jelas Komisioner Komnas HAM Siane Indriani dalam siaran pers, Selasa (11/6/2013).

Siane meminta agar Densus 88 jujur mengakui dan jangan memelintir fakta seolah-olah korban melakukan perlawanan dengan menembak petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mendapatkan fakta bahwa korban sama sekali tidak bersenjata dan tidak melawan, karena malah mau melarikan diri," terang Siane.

Aksi Densus itu malah kemudian memancing warga. Mendapat kabar Nudin tewas dan permintaan agar jasadnya dikembalikan tak dipenuhi, lanjut Siane, kemudian muncul kerusuhan.

"Tindakan Densus yang sangat represif ini malah memprovokasi kemarahan warga. Kita berharap massa bisa menenangkan diri, jangan terpancing karena akan justru menimbulkan korban-korban lain. Komnas HAM telah mencoba menginformasikan ke Mabes Polri untuk menenangkan warga dan mengembalikan jenazah ke pihak keluarga," tutupnya.

Soal penembakan itu, polisi memiliki alasan sendiri hingga mengeluarkan tembakan yang berakibat terduga teroris Nudin alias Bondan tewas dalam penyergapan kemarin, Senin (10/6) di Poso. Polri menegaskan, penembakan terhadap Nudin sudah sesuai aturan.

"Penggunaan senjata itu sudah ada aturan yang baku dan sasaran jelas. Sebenarnya kita tidak mau memberikan tembakan. Tapi kalau dirasa perlu pasti akan dilakukan," kata Kabagpenum Polri, Kombes Agus Rianto, di Gedung Divisi Humas, Jalan Senjaya, Jakarta Selatan.

Upaya penembakan terhadap sasaran seperti yang dilakukan kemarin dalam penyergapan Nudin adalah untuk mengamankan kondisi keamanan yang lebih besar.

Nudin tewas kemarin saat tim gabungan Densus 88/Antiteror dan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya menyergapnya. Terduga teror yang disebut-sebut pemasok logistik untuk buron teroris Santoso dan terlibat sejumlah perampokan pimpinan Abu Roban ini, ditembak setelah aparat membuntutinya keluar dari wilayah Kayamanya dan hendak menuju ke Jalan Pulau Irian, Tanah Runtuh, Poso Kota.

(gah/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads