Seorang pemuda bernama Gafar (20) di Samarinda, Kalimantan Timur, diduga ingin bunuh diri. Fajar menyiram bensin dan membakar diri hingga nyaris menghanguskan 4 anggota keluarga lainnya.
Keterangan dihimpun detikcom, peristiwa itu terjadi Senin (10/6/2013), sekitar pukul 19.00 WITA. Saat itu, Gafar dan keluarganya yang tinggal di Jalan Mugirejo, RT 1, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda sedang menonton televisi. Namun rupanya, Gafar telah menyiapkan bensin yang dibelinya secara eceran.
Pria yang hanya lulusan SMA itu bergegas berdiri dan duduk di kursi ruang tamu rumah orangtuanya, Gusnawati (45). Tidak disangka, Gafar nekat menyiramkan bensin ke badannya dan menyulutnya dengan korek api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tragisnya, kedua kakak beradik sekaligus cucu Gusnawati, Akmal (7) dan Afdal (4) yang terus mendekat kepada sang nenek, ikut terkena sambaran api dari atas kursi ruang tamunya. Sekeluarga pun ikut terbakar.
"Saya dan anak saya (Mega) ikut terbakar. Padahal saya ingin menolong anak. Dua cucu saya menempel terus ke saya, ikut terbakar," kata Gusnawati, saat ditemui wartawan di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Abdul Wahab Syachranie, Jl Palang Merah, Samarinda, Kaltim, Senin (10/6/2013) malam.
Beruntung, sekeluarga yang terbakar itu berhasil diselamatkan warga sekitar yang mendengar kegaduhan dari luar rumah Gusnawati. Kelimanya pun dilarikan ke rumah IGD RSUD AWS Syachranie. Namun rumah Gusnawati tidak ikut hangus terbakar.
"Dia (Gafar) itu seperti orang mau bunuh diri. Saya tidak tahu kenapa seperti itu anak saya," ujar Gusnawati heran.
Pengamatan detikcom, kelima korban mengalami luka bakar serius. Gafar mengalami luka bakar di wajah dan tangan kanannya. Sang nenek, Gusnawati, mengalami luka bakar di tangan kirinya sedangkan 2 cucunya juga mengalami luka bakar serius. Akmal mengalami luka di punggung, tangan kiri dan kakinya.
Sedangkan Afdal yang masih balita, tidak kalah menderita dengan luka bakar di badan dan tangannya. Tidak jarang terdengar rintihan Afdal menahan sakit akibat luka bakarnya, meski petugas perawat menanganinya secara perlahan dan sangat hati-hati.
"Kalau saya lihat, anak itu (Gafar) baik-baik saja. Hanya memang dia anak pendiam. Saya tidak tahu apa mungkin dia sedang ada masalah," kata paman Gafar, Ruslan (40) di tempat yang sama.
Aparat Polresta Samarinda bersama Polsekta Samarinda Utara masih menyelidiki motif aksi yang dilakukan Gafar ini. "Masih kita selidiki, masih kita kumpulkan keterangan saksi-saksi," kata Kepala SPK Polresta Samarinda Brigadir Miseri, juga di tempat yang sama.
(nvc/nvc)











































