Kemlu Imbau WNI yang Antre di KJRI Jeddah Tenang dan Tertib

Kemlu Imbau WNI yang Antre di KJRI Jeddah Tenang dan Tertib

Gagah Wijoseno - detikNews
Senin, 10 Jun 2013 16:21 WIB
Kemlu Imbau WNI yang Antre di KJRI Jeddah Tenang dan Tertib
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau agar WNI yang antre mengurus SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor) di KJRI Jeddah untuk persyaratan memperoleh amnesty dari pemerintah Saudi Arabia tertib. Jangan sampai pecah kerusuhan lagi yang malah mengganggu proses pembuatan SPLP itu.

"Diimbau agar warga Indonesia di Arab Saudi yang memanfaatkan kebijakan amnesti hingga 3 Juli 2013 agar tetap tenang dan mengikuti proses registrasi secara tertib demi kelancaran dan keselamatan bersama," demikian siaran pers Kemlu, Senin (10/6/2013).

Dalam peristiwa yang terjadi pada Minggu (9/6) itu seorang WNI Marwah binti Hasan berusia 57 tahun meninggal dunia dan satpam KJRI Jeddah Mustafa mengalami luka serius karena dipukuli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WNI itu diduga marah dan membakar pelastik di depan KJRI, serta melempari batu karena mereka sudah antre tetapi pelayanan SPLP tak kunjung dibuka.

"Dalam rangka membantu warga Indonesia memanfaatkan periode amnesti tersebut, perwakilan RI di Arab Saudi yaitu KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah sejak 18 Mei 2013 telah memberikan layanan penerbitan dokumen keimigrasian berupa Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi warga Indonesia yang membutuhkan, baik mereka yang tidak memiliki dokumen (undocumented) ataupun yang dokumen perjalanannya sudah habis masa berlakunya," terang Kemlu.

Kegiatan pelayanan oleh KJRI Jeddah berlangsung Sabtu hingga Kamis, sejak pukul 06.00 pagi sampai dengan pukul 17.00 sore. Dan kegiatan pengambilan SPLP yang dilakukan sejak pukul 17.00 sore hingga 22.00 malam.

"Mengingat cuaca dalam seminggu terakhir yang semakin panas, demi keselamatan dan kelancaran pelayanan, KJRI Jeddah sejak tanggal 8 Juni 2013 mengubah jam layanan permohonan SPLP menjadi pukul 16.00 hingga dini hari. Sementara itu, pemrosesan dokumen dimaksud dilakukan pada pagi hari hingga sore harinya. Untuk itu, diminta agar warga dapat mengikuti jadwal pelayanan yang telah dtetapkan tersebut," tulis Kemlu.


Sampai dengan hari Sabtu 8 Juni warga Indonesia yang sudah mendaftar berjumlah 48.260 dan keseluruhannya telah diproses. Dari jumlah tersebut 12.877 sudah diserahkan dokumennya dan pada hari ini akan kembali diserahkan sebanyak 5.000 dokumen. Setiap harinya rata-rata 7000 WNI mendaftarkan diri. Angka tersebut cenderung meningkat.

"Pemerintah telah mengirimkan Tim Perbantuan Teknis dari berbagai instansi pemerintah terkait untuk membantu dan memperlancar proses registrasi dan penyiapan dokumen, melakukan pendekatan kepada Pemerintah Arab Saudi untuk meminta perpanjangan waktu pemutihan, penyediaan dokumen perjalanan serta dukungan logistik lainnya. Pemerintah juga telah mengirimkan 100.000 dokumen perjalanan RI berupa paspor dan SPLP kepada KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah," tutup Kemlu dalam keterangannya.

(ndr/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini