DLLAJ Jateng Tetapkan 124 Titik Rawan dalam Arus Mudik
Selasa, 19 Okt 2004 17:40 WIB
Semarang - Agar perjalanan tak terganggu, ada baiknya kaum pemudik membaca peringatan DLLAJ (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) Jawa Tengah. Karena di Jateng terdapat 124 titik rawan yang dapat mengakibatkan macet, kecelakaan, dan bencana alam.Dari 124 titik itu, perinciannya adalah rawan macet berjumlah 67 titik, rawan kecelakaan 45 titik, rawan banjir 8 titik, dan rawan longsor 4 titik. Penetapan ini berdasar atas survai dan rekapitulasi yang diadakan DLLAJ."Lokasi-lokasi itu memungkinkan adana bencana karena sudah terbukti beberapa waktu lalu. Terutama untuk daerah yang rawan bencana alam," kata Kepala DLLAJ Jateng Suharto seusai berdialog dengan DPRD Jatengd i Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahalwan Semarang, Selasa (19/10/2004).Dikatakan Suharto, pantura merupakan daerah terawan kecelakaan. Di antaranya adalah daerah Pejagan, Turi, Tegal, Pekalongan , Batang, Alas Roban, Juwana dan Lasem Rembang. Di jalur selatan, titik rawan kecelakaan itu terdapat di Ajibarang, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Purworejo.Lebih lanjut Suharto menerangkan, untuk jalan utama di jalur alternatif dan jalur tengah yakni di Bantarsap - Ketanggungan - Prupuk - Bumiayu - Ajibarang, Purbalingga. Purbalingga -Banjarnegara - Wonosobo - Secang - Temanggung - Pringsurat - Salatiga - Boyolali - Karanganyar."Untuk titik rawan kemacetan terdapat di sepanjang pantura, jalan alteranatif Brebes hingga Banyumas, Wonosobo - Magelang, Ungaran - Boyolali, Klaten - Solo," tandasnya.Sementara, untuk titik rawan banjir terdapat di wilayah Kebumen - Cilacap - Purworejo. Di daerah itu terdapat Kali Sumpiuh, Kali Jali, Kali Delanggu dan Kali Piji. Titik rawan banjir di pantura ada di wilayah Brebes dan Tegal dari Kali Nipon, kali Babakan, Kali Cacaban dan Kali Winong di Pekalongan.Dengan beragam masalah diatas, kata Suharto, pihaknya harus mengambil langkah dengan mengalihkan lalu lintas melalui jalur alternatif pada jalan utama yang rusak dan sedang diperbaiki. Masyarakat terutama pengendara juga diimbau untuk lebih disiplin."Karena hal ini salah satu penyebab kemacetan. Kami telah menyiapkan mobil derek dan bengkel darurat untuk mengatasi kejadian yang sudah kami perkirakan," demikian Suharto.
(nrl/)











































