Berikut ini jejak Taufiq Kiemas dalam kompetisi politik suksesi pemimpin negara yang dicatat detikcom, Senin (10/6/2013).
Pilpres 2004
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi putaran dua, Taufiq Kiemas pun menggagas Koalisi Kebangsaan. Mitra utamanya adalah Partai Golkar yang saat itu mengusung Wiranto-Gus Solah, bernasib lebih buruk dari pasangan jagoan PDIP.
Keanggotaan dari Koalisi Kebangsaan yang dideklarasikan pada 19 Agustus 2004 bertambah dengan digandengnya PDS, PPP dan PBR. Tapi koalisi yang dibentuk terburu-buru ini terbukti tidak mampu membuat Mega-Hasyim keluar sebagai pemenang putaran II Pilpres 2004.
Pilpres 2009
Mulai pertengahan 2008, Taufiq Kiemas sudah mengisyaratkan kurang berkenan istrinya, Megawati Soekarnoputri, kembali bertarung. Tidak berapa lama, meluncurlah wacana untuk 'menjodohkan' Puan Maharani sebagai bakal cawapres untuk Prabowo Subijanto yang akan nyapres.
Demi mengurus pencapresannya, Prabowo rela harus bolak-balik ke kediaman Megawati Soekarnoputri di Menteng. Hasil akhir dari rangkaian pertemuan marathon itu adalah pasangan Megawati-Prabowo sebagai capres-cawapres.
Jagoan bersama PDIP-Gerindra, dideklarasikan kurang dari 24 jam sebelum KPU menutup masa pendaftaran kontestan Pilpres 2009. Pasangan ini gagal memenangkan kompetisi politik itu.
Pilpres 2014
Di internal PDIP muncul semangat kembali usung tetap Megawati Soekarnoputri sebagai bakal capres. Taufiq Kiemas lagi-lagi menunjukkan keberatannya dan menegaskan perlunya ada regenerasi kepemimpinan nasional.
"Saya tetap dukung orang muda. Tak mesti Puan, yang penting regenerasi. Masak negeri ini dipimpin orang tua, beri kesempatan kepada yang muda-muda," kata Taufiq Kiemas pada Februari silam.
Belakangan muncul isyarat dari Megawati yang mendukung pernyataan Sang Suami. Dia akan memberikan peluang regenerasi kepepimpinan.
Pernyataan ini menyusul makin seringnya nama Joko Widodo masuk daftar bakal capres terpopuler. Namun baik Taufiq maupun Mega, tak (belum?) mau Jokowi jadi capres dari PDIP untuk Pilpres 2014, sebab itu berarti akan meninggalkan tugas membenahi Jakarta.
Belum ada tanda-tanda siapa jagoan baru dari PDIP untuk Pilpres 2014. Taufiq Kiemas yang tahun baru lalu genap berusia 70 tahun, belum sempat mewacanakannya.
(lh/rmd)











































