"Sangat kaget, saya di SMS tadi siang mas Taufiq sakit kritis, kemudian SMS berikutnya sudah terlampaui (kritisnya). Tentu saya terkejut setelah salat magrib tadi dikabari, lewat twitternya Mas Pram (Pramono Anung) kalau Mas Taufik sudah meninggal," kata Ganjar di Kantor DPD PDIP Jateng, Jl Brigjend Sudiarto, Semarang, Sabtu (8/6/2013).
Sempat tidak yakin, Ganjar kemudian menghubungi Pramono yang sedang berada di Singapura. "Saya telepon Mas Pram dan memang benar. Kabarnya mau dibawa ke Jakarta besok pagi," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terakhir Pilkada menang saya sowan ke beliau. Saya tanya, sehat mas Taufiq? Beliau menjawab, sehatlah, kamu menang dan datang kok," pungkas Ganjar.
"Pernah juga menanyakan kapan diajak kampanye? Tapi saya melihat kondisi beliau. Itu memperlihatkan betapa perhatiannya beliau," imbuhnya.
Ganjar juga mengenang sosok Taufiq Kiemas yang sudah dikenalnya sebelum 26 Juli 1996 atau sebelum dia menjadi anggota DPRD. Menurut Ganjar ia sering kena marah karena oposisi yang keras.
"Beliau sering marah agar saya menjadi politisi yang tangguh. Beliau mengajarkan banyak hal," tandas Ganjar yang mengenakan busana serba hitam itu.
Rencananya, Ganjar akan menuju Jakarta menggunakan penerbangan pertama besok pagi. Sementara itu, Sekretaris PDIP Jateng, Agustina Wilujeng mengatakan ia dan beberapa pengurus DPD juga akan bertolak ke Jakarta esok pagi. Meski demikian Cawagub Jateng Heru sudjatmoko akan tetap berada di Semarang.
"Pak Heru tetap di sini untuk mengibarkan bendera setengah tiang," kata Agustina.
Saat ini di kantor DPD PDIP Jateng sedang berlangsung pagelaran wayang kulit sebagai bentuk syukur kemenangan Ganjar-Heru. Namun acara tersebut sempat tertunda karena ada tahlilan yang dilakukan sejumlah pengurus DPD dan kader.
"Wayang akan dipersingkat untuk memberikan penghargaan kepada beliau, Taufiq Kiemas," ujar Agustina pada pembukaan pagelaran wayang.
(alg/mok)










































