Khawatir Jalan Rusak, Warga Mutiara Indah Ancam Rusunawa Pulogebang

Khawatir Jalan Rusak, Warga Mutiara Indah Ancam Rusunawa Pulogebang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jumat, 07 Jun 2013 20:44 WIB
Jakarta - Warga permukiman Taman Mutiara Indah, Pulogebang, Jakarta Timur, mengkhawatirkan rusaknya akses jalan dipermukimannya. Mereka mengancam akan memboikot proyek pembangunan rusunawa tahap II.

Protes tersebut disampaikan langsung kepada Kadis Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Jonathan Pasodung. Protes tersebut ditanggapi oleh Pemprov DKI dengan berjanji akan membereskan jalanan yang rusak akibat masuknya alat berat dalam pembangunan rusunawa Pulogebang tahap II.

Protes tersebut tidak semata-mata dicari oleh warga, pasalnya, ketika pembangunan tahap rusunawa Pulogebang warga menghabiskan dana sebesar Rp 300 Juta secara swadaya untuk memperbaiki akses jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 6 meter tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat pembangunan 4 blok rusunawa dari tahun 2005 sampai dengan 2009 lalu mengakibatkan jalan rusak dan pihak pengelola tidak bertanggung jawab untuk memperbaiki kembali," ujar salah seorang perwakilan warga RT 05/11, Herman Wibowo Gultom (58) usai peresmian Grounding Breaking Rusunawa Tahap II, Pulogebang, Jakarta Timur, (7/6/2013).

Ia mengatakan penolakan tersebut karena pihak trauma tidak adanya perhatian dari Pemprov DKI atau Pengembang.

"Selama ini kami yang memperpanjang, memperluas serta mengecor dan sekarang pengembang mau bangun rusun lagi, nanti kalau jalan rusak gak mau tanggung jawab betulin lagi," ketusnya.

Gultom mengatakan warga perumahan mendukung penuh pembangunan Rusunawa Pulogebang tahap II. Hanya saja ketika proyek tersebut selesai, warga ingin ada pihak-pihak yang bertanggung jawab memperbaiki jalan.

"Yang kita minta bagaimana jalan rusak akibat ada kendaraan berat yang melintas itu nantinya diperbaiki. Sebelum ini janji- janji saja, jadi kita mengalah dan memperbaikinya secara swadaya. Saat ini kita meminta agar setelah pengerjaan rusun, pengembang bertanggung jawab. Dan mereka sudah menyetujuinya walau baru sebatas lisan," paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, Jonathan Pasudungan mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh jika terjadi kerusakan selama pengerjaan proyek Rusunawa tahap II di Pulogebang. Ia menyadari kalau nantinya jalan tersebut bisa rusak selama pengerjaan proyek tersebut.

"Kita akan tanggung jawab terhadap kerusakan jalan. Dengan adanya proyek atau tidak, jalan rusak merupakan tanggung jawab pemerintah," ujarnya.

Meski begitu pihaknya tidak mau jika harus meninggikan jalan sebelum proyek tersebut selesai. "Namun kita tidak akan meninggikan dari tinggi jalan sebelum proyek ini selesai, karena dikhawatirkan nanti amblas lagi kalau ditinggikan," tandasnya.

(edo/tor)


Berita Terkait