Angkutan Lebaran, Dishub DKI Siapkan Lima Terminal Bantuan

Angkutan Lebaran, Dishub DKI Siapkan Lima Terminal Bantuan

- detikNews
Selasa, 19 Okt 2004 15:31 WIB
Jakarta - Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lima terminal bantuan untuk angkutan lebaran. Kelima terminal bantuan berada di Senayan, Mampang, Jalan Raya Bekasi, Kebon Jeruk, dan Cilandak.Menurut Kepala Dinas Perhubungan Pemprov DKI Rustam Effendy, penyiapan terminal bantuan ini bagian dari persiapan untuk angkutan darat lebaran. Dishub juga menyiapkan loket dan kendaraan yang akan dipakai untuk angkutan lebaran."Mulai masuk bulan puasa sudah kita siapkan baik itu loket, terminalnya, dan kendaraannya. Ini sebenarnya hal biasa. Tapi karena lebaran kita antisipasi masalah keamanan," katanya usai menghadiri pelantikan eselon dua dan tiga di Balaikota, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (19/10/2004).Rustam memprediksikan tahun ini akan terjadi peningkatan penumpang mudik sebesar delapan persen. Lonjakan penumpang akan terjadi pada angkutan darat karena angkutan udara menggunakan batas harga atas untuk penentuan tarifnya."Kelihatannya pesawat udara akan tetap bermain di harga yang atas. Jadi selama ini membuat harga dengan harga bersaing atau murah. Tapi kesempatan ini akan dipakai mereka untuk menggunakan harga di atas. Masyarakat diperhitungkan akan lari ke jalur angkatan darat," ujar Rustam. Oleh karena itu angkutan darat, jelas Rustam, akan diberi perhatian khusus dan ditambah jumlah armadanya. Namun jumlah pasti armada lebaran baru akan dibahas dalam rapat Rabu (10/10/2004) besok.Sementara tentang tuslag, Rustam menyatakan hingga kini belum ditentukan karena instruksi presiden tentang angkutan lebaran belum kelaur. "Ada tuslag tapi inpres belum keluar."Kebijakan membuat terminal bayangan, lanjut Rustam, kini tidak ada lagi. Sebab terminal bayangan dulu diangkat menjadi terminal cadangan menjadi merajalela. "Begitu sudah dimulai mereka tidak mau mundur," tukasnya.Dalam kesempatan itu Rustam juga menegaskan tarif tikes bus harus tercetak dan distempel. Hal ini untuk memudahkan pengawasan. "Ya, seperti tahun lalu. Dicetak dan distempel sehingga gampang kita memonitornya. Walau pun ada yang main gila. Itu biasa."Kalau soal calo? "Ya, itu tidak bisa kita hindari. Itu sudah pasti ada. Masalahnya bagaimana kita bisa menangkap calo itu. Jadi calo tidak akan bisa kita habisi," demikian Rustam Effendy.Jadi, menyerah nih lawan calo? (gtp/)


Berita Terkait