Howard Tak Akan Bahas Pakta Keamanan dengan Indonesia

Howard Tak Akan Bahas Pakta Keamanan dengan Indonesia

- detikNews
Selasa, 19 Okt 2004 15:11 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Australia John Howard menolak dihidupkannya kembali pakta pertahanan dengan Indonesia dalam waktu dekat. Howard lebih memilih untuk fokus ke apa yang disebutnya sebagai "prestasi besar" dari pemilihan presiden di Indonesia.Howard akan berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pelantikan Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (20/10/2004) besok. Ketika ditanyai kemungkinan berbicara dengan SBY mengenai pakta keamanan dan pertahanan bilateral -- yang sebelumnya telah disingggung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Alexander Downern -- Howard menjawab hal itu tidak akan dibahas."Saya akan menemui presiden terpilih begitu saya tiba di sana (Jakarta), namun kami akan membicarakan hal-hal umum," kata Howard kepada wartawan di Canberra sebelum keberangkatannya ke Jakarta, seperti dilansir CNN, Selasa (19/10/2004).Dituturkan pemimpin negeri Kangguru itu, hal terpenting yang akan disampaikannya kepada SBY adalah bagaimana Australia mengagumi peralihan ke demokrasi di Indonesia. Perjanjian keamanan Australia-RI yang ditandatangani pada tahun 1995 terganggu pada tahun 1999 silam. Ketika itu hubungan kedua negara menjadi dingin setelah pasukan Australia dikirimkan masuk ke Timor Timur. Saat penekenan pakta tersebut Australia masih dipimpin oleh PM Paul Keating.Menlu Downer kepada jaringan televisi setempat, Nine menyatakan bahwa pemerintahan Howard tidak akan berupaya untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut. Alasannya, itu merupakan "dokumen yang sangat tidak berarti".Howard juga akan bertemu dengan SBY pada forum Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Chili, bulan depan. Ia memuji "komitmen yang kuat" dari SBY dalam perang melawan terorisme. "Saya yain kita akan memiliki hubungan yang baik antara Australia dan Indonesia di bawah kepemimpinannya (SBY)," tegas Howard. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini