"Saya menyesal, saya khilaf," ujar Zakaria di Polsek Pangkalanbaru, Pangkalpinang, Kamis (6/6/2013).
Zakaria mengaku sudah meminta maaf dan tetap akan berusaha untuk menemui Febriani secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan dirinya hanya menempelkan koran ke pipi Febriani. Menurutnya, kasus ini bermula dari saat dirinya diminta mematikan HP. Dia pun mematikan, tapi belum menunjukkan HP-nya yang sudah mati ke petugas.
"Kemudian dia mengulang permintaan itu. Saya bilang, ini sudah saya matikan. Tapi dia justru kasar. Saya bilang, jangan kasar-kasar saya kan beli tiket. Di situlah awal kesalahpahaman kami," kata Zakaria.
(sip/mpr)











































