"Rencananya bagus, karena selama ini PRJ itu ajang konsumeristik. Padahal pada awal Ali Sadikin, konsepnya ruang publik pesta rakyat dan ruang di mana Jakarta menampilkan industri kreatif masyarakatnya sendiri," kata budayawan dari Universitas Indonesia, JJ Rizal, kepada detikcom, Kamis (6/6/2013).
Rizal menambahkan produk asing kerap menguasai PRJ akhir-akhir ini sehingga rencana memindahkan lokasi PRJ dari JIExpo ke Monas sebagai langkah awal. Namun tugas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama jajarannya untuk merealisasikan ide ini jangan berhenti pada retorika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal meminta pemprov DKI Jakarta untuk serius merealisasikan rencana memindahkan PRJ dengan konsep kerakyatan ini dengan seluruh jajarannya bersama tokoh-tokoh masyarakat. Sehingga PRJ kembali pada definisinya saat pertama kali dicetuskan Ali Sadikin.
"Kita harus pisahkan masalah tata kelola dan pengurusan PRJ, kita juga harus melihat ide ini untuk memperbaiki konsep PRJ," tutup Rizal.
Sebelumnya, Wagub Basuki T Purnama menyatakan PRJ akan jadi pasar rakyat dengan memindahkan ke lapangan silang Monas. PRJ juga akan diambil alih pemprov DKI dari JIExpo dan melarang penggunaan logo dan nama PRJ.
(vid/rvk)











































