Awalnya, sapi jantan berumur 5 tahun itu dimandikan dengan menggunakan air yang digenangi berbagai macam bunga. Doa-doa mengiringi prosesi pemandian sakral tersebut.
"Ada bunga melati, mawar, kanthil, daun pandan, dan kenanga. Itu melambangkan prural, berbeda tapi satu. Selain itu pak Ganjar-Heru akan menghadapi masalah beragam, harapannya agar bisa menyelesaikannya," kata panitia acara, Usman Subagyo (53) di kantor DPD PDIP Jateng, Kamis (6/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu Sekretaris PDIP Jateng, Agustina Wilujeng menyerahkan pisau yang digunakan untuk menyembelih sapi kepada Ustad Safrudin. Kemudian sapi disembelih dengan iringan musik rebana dan doa-doa.
"Sembelih adalah melambangkan memotong hawa nafsu. Jadi berharap pak Ganjar-Heru tidak korupsi dan tidak ngapusi Semua manusia berpotensi punya hawa nafsu. Maka nafsu jahat kita potong," tegasnya.
"Ini nanti dagingnya dimasak, dimakan bersama. Malamnya ada syukuran dan ditutup dengan menonton film tentang Soekarno," imbuh Usman.
Meski dimaksudkan untuk syukuran kemenangan Ganjar-Heru, ternyata Ganjar berhalangan untuk menghadiri acara tersebut. Sementara itu Agustina Wilujeng mengatakan Ganjar tidak hadir karena sedang sakit.
"Maaf, Pak Ganjar diharuskan istirahat karena masuk angin, jadi beliau memilih istirahat," katanya.
"Kami mengucapkan trima kasih atas dukungan kader dan masyarakat Jawa Tengah yang mendukung Ganjar-Heru," imbuh Agustina.
Selain syukuran, lanjut Agustina, acara tersebut juga untuk memperingati hari kelahiran Soekarno dengan tema "Tribute to Bung Karno". Rangkaian acara pum berlanjut hingga hari Minggu (9/6) mendatang dengan berbagai acara diantaranya kirab, wayang dan jalan santai.
"Ini bersamaan dengan bulan Bung Karno, memperingati 112 tahun kelahiran Bung Karno," ujarnya.
Dari hasil rekapitulasi KPU Jateng, dari 14.259.945 suara sah, pasangan calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko menang telak dengan perolehan suara 48,82% atau 6.962.417 suara.
(/)











































