"Berkas pidananya sudah P21," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi kepada detikcom, Kamis (6/6/2013).
Alanshia kesal terhadap temannya Tony Arifin Djonim yang hendak menyita mobil BMW X5 milik Alanshia. Tony mau menyita mobil mewah Alanshia karena bapak satu anak tersebut kalah dalam judi bola.
Tidak terima karena Alanshia yakin sudah melunasi taruhannya, ia lalu membunuh Tony dan memutilasinya menjadi 11 potongan di Ruko Mediterania Ancol, Jakarta Utara, pada 15 Maret 2013 lalu.
Kini berkas pembunuhan itu telah lengkap. Namun ada narkoba di tengah kasus ini, karena Alanshia sempat menikmati shabu bersama korbannya sebelum pembunuhan terjadi. Polisi pun mengusut kasus narkoba ini secara terpisah.
Berkas kasus narkoba yang menjerat Alanshia tersebut tak lama lagi akan selesai. Sehingga, proses pengadilan Alanshia di meja hijau tak lama akan lagi digelar.
"Rencananya berkas akan dilimpahkan bersama dengan kasus narkobanya," tutup Daddy.
(vid/rvk)











































