"Itu hak konstitusional, harus dihormati. Anda lihat saat anggota dewan bicara kami mendengar, kami juga mau di-treatment yang sama dong, kita mau equal," kata Bambang Widjojanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/6/2013).
Menurut Bambang, benar dirinya pernah menyatakan tak akan terlibat dalam kasus Century karena khawatir ada conflict of interets sebagai mantan pengacara LPS. Namun, pimpinan lain yang memintanya membantu menyesaikan kasus Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya apakah akan hadir dalam rapat-rapat timwas Century selanjutnya, menurut Bambang hal itu tergantung keputusan timwas Century.
"Saya serahkan ke DPR, kalau saya nggak boleh ngomong, saya lebih senang bisa atur ke yang lain. Nanti di masa akhir saya akan tegaskan siapa yang dorong (penuntasan kasus Century), bagaimana dan kapan didorong itu kita tidak boleh riya juga," ungkapnya.
"Jadi tergantung pada rapat timwas, kalau disuruh datang saya datang jangan dibikin ribet. To be simple, saya ingin kasus ini selesai," tegas Bambang.
Terkait keterlibatan LPS dalam kasus Century, menurutnya sekalipun terlibat dirinya tak bisa pengaruhi penyidik. "Kalau memang LPS terseret mau apalagi, emang bisa kita pengaruhi penyidik? Kan ada forum ekspos," jawabnya.
Sebelumnya, beberapa anggota timwas Century tersinggung dengan pernyataan Bambang soal level pengetahuan anggota timwas atas kasus Century. Anggota DPR itu kemudian mempermasalahkan kehadiran Bambang sebagai mantan pengacara LPS yang diduga LPS terlibat Century.
Namun, setelah divoting oleh seluruh fraksi anggota timwas Cenutury, timwas sepakat membutuhkan Bambang dalam kasus Century, hanya PKS yang menolak. Atas penolakan itu PKS walkout.
(bal/)










































