"Mengikuti kelaziman, Kapolri yang akan mengusulkan. Termasuk tentu dari Kompolnas untuk mengajukan usul dan pertimbangannya," kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (5/6/2013).
Kriteria untuk bakal calon Kapolri sudah ada penetapannya. Di antaranya adalah perwira tinggi aktif yang belum terlalu mendekati masa pensiun. Rekam jejak perjalanan karier mereka, juga menjadi pertimbangan penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ditegaskannya, percepatan jadwal sehingga bersamaan dengan penggantian Panglima TNI pada Agustus 2013 bukan karena kinerja Jend. Timur Pradopo buruk selama menjabat sebagai Kapolri. Melainkan lebih didasarkan pertimbangan teknis.
Bila tetap dilaksanakan pada Januari 2014 sesuai dengan tibanya masa pensiun Jend. Timur Pradopo maka terlalu dekat waktunya dengan Pemilu dan Pilpres 2014 yang membutuhkan persiapan pengamanan sejah jauh-jauh hari. Maka diputuskan untuk dimajukan.
"Kalau dilihat kinerja Pak Timur Pradopo sebagai kapolri, sangat memuaskan sesungguhnya. Apa yang dilakukan tugas beliau sebagai kapolri selama ini cukup baik. Bahwa memang masih ada yang menggangu dalam ketertiban dan keamanan ya tapi Polri telah bekerja sesuai dengan lingkup dan tugas mereka . Jadi tidak benar kalau itu yang menjadi pertimbangan kenapa beliau dipercepat," ujarnya.
(ega/lh)










































