Pengakuan Warga Soal DPO Bustarizal yang Muncul Setelah Dikabarkan Mati

Pengakuan Warga Soal DPO Bustarizal yang Muncul Setelah Dikabarkan Mati

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 05 Jun 2013 17:17 WIB
Pengakuan Warga Soal DPO Bustarizal yang Muncul Setelah Dikabarkan Mati
Pekanbaru - DPO kasus penipuan Penetapan Angka Kredit (PAK) guru diklaim sudah mati, tapi ternyata ia dikabarkan masih hidup. Warga sempat melihat kemunculannya.

Penelusuran detikcom, Rabu (5/6/2013), Bustarizal berada di rumah saudara perempuannya di Perumahan Griya Permata Kulim, Blok J 18 di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Nama saudara perempuannya dikenal dengan panggilan Ibu Inah yang berprofesi penjual pakaian.

Penjual es rumput laut yang berdagang tak jauh rumah Ibu Inah, Dendi (30) menyebutkan Selasa (4/6) kemarin, 6 orang yang menggunakan mobil dan sepeda motor mencari Bustarizal. Mereka mengaku anggota kepolisian. Dendi diminta menunjukkan tempat Bustarizal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya antar mereka sampai di tempat (rumah Ibu Inah). Mereka sebut Pak Bustarizal itu buronan Polda," kata Dendi.

Setelah mengantar 6 orang tersebut, Dendi meninggalkan rumah Ibu Inah. Dendi menyatakan Bustarizal sempat minum es di tempatnya setelah berbelanja sayuran di Pasar Tangor di Tenayan Raya.

Sehabis minum es, Bustarizal mencari ojek. Namun di tempat itu, tidak ada pangkalan ojek. Akhirnya Dendi menawarkan diri untuk mengantarnya. "Dibayar Rp 5 ribu," kata Dendi.

Dendi sebenarnya tidak mengenal betul siapa pria itu. Dia mengetahui Bustarizal setelah 6 orang yang mengaku anggota polisi itu minta diantarkan ke tempat Bustarizal.

Bustarizal merupakan aktor intelektual pemalsuan PAK kepada ribuan guru yang ingin naik pangkat. Dia meminta dana Rp 5 juta per guru. Caranya, dia memalsukan karya ilmiah guru yang disyaratkan Kementerian Pendidikan Nasional. Itu dia lakukan sejak tahun 2006 silam hingga tahun 2010.

Bustarizal ditetapkan sebagai tersangka pada 2010. Namun sejak itu, dia menghilang dan akhirnya diklaim meninggal dunia saat melaksanakan umrah pada Juni 2010.

(cha/trw)


Berita Terkait