Para penumpang KM Binaiya seharusnya berangkat, Senin (3/6/2013). Namun hingga kini, mereka masih berada di pelabuhan. Sebagian di antaranya mengalami sakit karena terlalu lama berada du udara terbuka. Bahkan salah satu penumpang harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Penumpang tidur di sembarang tempat dengan alas seadanya. Salah satu penumpang, Sahdi (23), mengaku tidak tahu kapan akan berangkat. "Kapal tidak kunjung merapat ke pelabuhan," kata TKI asal Lombok ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian penumpang kesal karena tak kunjung berangkat. Mereka mendatangi kantor PT Pelni yang berjarak 1 km dari pelabuhan. Polisi mengawal keberangkatan mereka.
"Janjinya kemarin pagi kami diberangkatkan. Biaya selama menunggu harus kami tanggung sendiri," kata penumpang Slamet dengan nada emosi.
Sejumlah perwakilan penumpang diterima PT Pelni. Penumpang dan pegawai PT Pelni sempat beradu mulut soal kejelasan keberangkatan. Penumpang menolak diberangkatkan dengan kapal lain.
Kepala PT Pelni Cabang Pontianak Bernard Napitupulu menyatakan keterlambatan terjadi karena kapal kandas saat memasuki perairan sungai Kapuas di Muara Jungkat, Pontianak. "Bukan kami sengaja. Sekarang kapalnya di luar, kandas di buih 3 Perairan Jungkat. Sedang kita tangani dan kita upayakan untuk ditarik," kata Bernard.
Usai bernegosiasi, penumpang kembali ke pelabuhan. Hingga saat ini belum diperoleh kejelasan kapan para penumpang diberangkatkan.
(trw/trw)










































