Kerry Tuding Bush Salah Urus Soal Perang Irak

Kerry Tuding Bush Salah Urus Soal Perang Irak

- detikNews
Selasa, 19 Okt 2004 11:43 WIB
Jakarta - Kandidat presiden Demokrat John Kerry mengritik Presiden George W Bush yang dituding telah salah urus mengenai perang Irak. Kesalahan itu telah membuat Amerika kurang aman dari yang seharusnya. Ditegaskan Senator Kerry, Amerika membutuhkan "presiden yang membela Amerika dan berjuang untuk kelas menengah."Statemen tersebut disampaikan Kerry dalam pidatonya di Tampa, Florida, salah satu negara bagian AS yang telah memulai pencoblosan lebih awal dari jadwal resmi pada 2 November mendatang. Menurut Kerry, dirinya akan memerangi teror denngan lebih cerdik, efektif dan tegas dengan bantuan sekutu-sekutu di seluruh dunia. "Hanya karena Presiden Bush tidak bisa melakukannya, bukan berarti itu tidak bisa dilakukan," tegas Kerry.Presiden bertahan Bush juga tidak tinggal diam. Dalam kampanye di Marlton, New Jersey, jagoan partai Republik itu mengecam pendekatan yang akan dilakukan Kerry menyangkut masalah Irak. Kerry menjanjikan akan secepatnya menarik mundur pasukan AS dari Irak jika dirinya memenangkan pemilihan presiden."Pendekatan itu akan membawa kekalahan besar dalam perang melawan teror," cetus Bush. "Tidak seperti rival saya, saya memahami perjuangan yang dihadapi Amerika, dan saya punya strategi untuk menang," tegas Bush.Selain di Florida, pencoblosan awal juga dilakukan di Texas, Colorado dan Arkansas. Florida yang memiliki 27 electors, merupakan salah satu dari tiga negara bagian yang dianggap sebagai penentu. Dua negara bagian lainnya adalah Ohio 20 electors), dan Pennsylvania (21). Banyak pengamat berkeyakinan, kandidat yang bisa menang di dua dari tiga negara bagian itu, kemungkinan besar akan terpilih sebagai presiden.Menurut BBC News, kubu Republik dan Demokrat sama-sama berusaha keras memenangi daerah pemilihan Florida, yang menjadi sumber perselisihan pemilu tahun 2000 lalu. Saat itu, Bush menang dengan unggul lima electors. Meski berdasar jumlah suara seluruh pemilih ia kalah dari rivalnya Al Gore, sebanyak hampir 1 juta suara. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads