Pembayaran Lunas 2011, Simulator SIM Dikirim Hingga Akhir 2012

Sidang Kasus Dugaan Korupsi Proyek Simulator SIM

Pembayaran Lunas 2011, Simulator SIM Dikirim Hingga Akhir 2012

- detikNews
Selasa, 04 Jun 2013 18:12 WIB
Jakarta - Pengiriman driving simulator roda empat ke sejumlah markas kepolisian daerah molor hingga akhir 2012. Padahal pembayaran pengadaan simulator sudah dilunasi sejak 6 Desember 2011.

Hal ini diketahui dari keterangan saksi bernama Fonny, Direktur PT Berlian Express. Menurutnya, pengiriman driving simulator roda empat dari PT CMMA dilakukan bertahap.

"Pengiriman bulan 7 atau 8 (tahun 2012)," ujar Fonny menyebut pengiriman terakhir simulator R4 dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fonny menjelaskan total simulator yang dikirim melalui jasa pengirimannya mencapai lebih dari 1.000 unit. Dia tak hafal persis jumlah simulator R2 dan R4 yang dikirim ke daerah sesuai permintaan PT CMMA, pemenang pelaksana pengerjaan proyek simulator.

Untuk jasa pengiriman ini, PT Berlian menerima pembayaran dengan total sekitar Rp 6 miliar. Tapi tidak ada kontrak yang dibuat PT Berlian dengan CMMA.

"R2 hampir 500, R4 500 (unit) lebih. Pembayaran melalui transfer," sebut dia.

Jaksa dalam dakwaannya menerangkan, pada awal Desember 2011, Budi Susanto Direktur PT CMMA mengajukan pencairan anggaran untuk pembayaran pekerjaan pengadaan driving simulator R4 kepada Korlantas Polri. Pada 6 Desember 2011 dilakukan pencairan anggaran simulator R4 sebesar 100 persen yaitu 127,526 miliar yang masuk ke rekening PT CMMA.

Di dalam dakwaan jaksa penuntut umum, pencairan anggaran untuk simulator R2 juga dibayarkan ke PT CMMA sebelum pekerjaan pengadaan driving simulator selesai dilaksanakan seluruhnya. Hal ini sebut jaksa bertentangan dengan Pasal 89 ayat 1 Pepres Nomor 54/2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

(fdn/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads