Polisi Berharap Keluarga Beri Informasi Soal Profesi Tito Kei

Polisi Berharap Keluarga Beri Informasi Soal Profesi Tito Kei

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 04 Jun 2013 16:58 WIB
Polisi Berharap Keluarga Beri Informasi Soal Profesi Tito Kei
TKP penembakan yang menewaskan Tito Kei. (Rini/detikcom)
Jakarta - Aparat kepolisian masih terus mengumpulkan informasi terkait kasus penembakan Tito Refra Kei. Polisi berharap agar keluarga bisa segera memberikan informasi berkaitan dengan kegiatan Tito untuk menelusuri siapa penembak misterius yang menewaskan adik John Kei itu.

"Kita sangat harapkan keterangan dari pihak Tito Kei dalam arti keluarganya ataupun koleganya berkaitan dengan profesinya sebagai pengacara atau bisa berikan informasi apakah sebelum penembakan terjadi, Tito kei menangani kasus-kasus yang signifikan. Misalnya, ada konflik kepentingan atau ada sesuatu yang sehingga menimbulkan ancaman dan lain-lain. Ini sangat dibutuhkan," papar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto.

Hal itu diungkapkan Rikwanto kepada wartawan di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Jakarta, Selasa (4/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rikwanto mengungkapkan, hingga saat ini tim khusus belum bisa meminta keterangan dari keluarga Tito lantaran masih berkabung.

"Sampai saat ini keluarga masih berkabung, kita masih tunggu kedatangannya dari Tual, Kepulauan Kei, Ambon. Nanti kita pendalaman lebih lanjut," kata dia.

Selanjutnya, Rikwanto menyatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan perkembangan yang cukup berarti dalam penyelidikan kasus tersebut.

"Belum ada yang signifikan yang kita dapatkan sejak olah TKP," ungkap dia.

Polisi juga belum bisa mendapatkan kesaksian pasti mengenai kendaraan yang digunakan si pelaku. "Pelaku menggunakan sepeda motor ataupun roda empat, ini kita belum dapatkan," ujar dia.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa enam orang saksi yang ada di lokasi kejadian. Tiga saksi adalah teman main kartu Tito, seorang lainnya adalah anak korban Ratim dan dua lainnya lagi adalah tetangga yang mendengar letusan.

(mei/rmd)


Berita Terkait