Jelang Dialog Jarak Jauh, di Rumah SBY Dipasang Dua Layar Lebar
Selasa, 19 Okt 2004 10:38 WIB
Jakarta - Menjelang pelantikan, Selasa (19/10/2004) pukul 13.00 WIB, presiden dan wakil presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, akan melakukan dialog jarak jauh dengan rakyat. SBY akan menyapa masyarakat dari kediamannya.Saat ini di kediaman SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Putri, Bogor, Selasa (19/10/2004) pukul 10.30 WIB, sudah dilakukan berbagai persiapan untuk menggelar dialog jarak jauh tersebut.Di halaman pendopo sudah dipasang dua layar lebar berukuran panjang lima meter dan tinggi tiga meter. Layar lebar ini disediakan untuk masyarakat yang ingin menyaksikan jalannya dialog. Di halaman pendopo juga sudah dipasang tenda berwarna biru berikut tempat duduk dengan daya tampung sekitar 100 orang.Sementara di pendopo telah tersedia sepasang kursi yang akan diduduki SBY-JK. Kursi tersebut dikelilingi tiga layar televisi datar ukuran 42 inch yang akan menampilkan kondisi di berbagai daerah. Satu layar telivisi dipecah jadi empat layar.Dialog melalui sarana teleconference ini akan melibatkan masyarakat di 18 kota, yakni Banda Aceh, Papua, Medan, Pekanbaru, Palembang, Batam, Blitar, Surabaya, Bandung, Makassar, Ambon, Samarinda, Semarang, Yogyakarta, Jakarta (Cikeas dan Blora Center) serta Banjarmasin.Sebagai latar belakang atau backdrop dipasang kain warna biru tua bertuliskan "Dialog Jarak Jauh Suara Rakyat bersama SBY-MJK", dengan logo Blora Center di kanan atas. Blora Center adalah lembaga pendukung SBY-JK yang berinisiatif menggelar acara dialog ini.Untuk merekam acara ini disediakan dua kamera televisi. Satu menghadap ke SBY-JK, satu menghadap ke pengunjung. Direncanakan perwakilan masyarakat di setiap daerah akan diberi kesempatan mengajukan pertanyaan tiga sampai lima menit dalam dialog yang berlangsung pukul 13.00-15.00 WIB.Dialog InteraktifDirektur Blora Center M. Jusuf Rizal menyatakan dialog jarak jauh ini untuk memenuhi permintaan dari berbagai daerah yang mengharapkan SBY-JK dapat hadir di setiap daerah. Namun karena kesibukan SBY permintaan itu tidak dapat dipenuhi. "Jadi kami berikan alternatif melalui teleconference," jelasnya.Teleconference ini sekaligus sebagai peluncuran pertama dialog interaktif presiden terpilih dan rakyat secara luas. Dengan dialog ini diharapkan masyarakat dapat memberikan masukan, kritik, atau pandangan kepada SBY.Dialog melalui sarana teknologi komunikasi ini digelar dengan bekerja sama dengan PT Telkom. Karena itu di beberapa kota teleconference dilakukan di lingkungan kantor Telkom.
(gtp/)











































