Istana Berbenah Sambut SBY

Istana Berbenah Sambut SBY

- detikNews
Selasa, 19 Okt 2004 09:13 WIB
Jakarta - Belasan buruh bangunan tampak sibuk merenovasi gedung sekretariat presiden (sespres) yang terletak di antara Istana Negara dan Binagraha, Jl. Veteran Jakarta. Mereka bekerja siang malam belakangan ini. Truk dan mobil yang membawa bahan bangunan tampak sibuk keluar masuk lewat pintu depan Istana Negara. Padahal pada hari biasa, yang boleh lewat pintu gerbang ini hanya para menteri/kabinet setingkat menteri. Itu pun tak luput dari pemeriksaan penjaga. Semua yang masuk diperiksa teliti.Beberapa orang tampak melakukan pengecetan pilar-pilar gedung. Sementara belasan buruh lainnya merombak isi dalam gedung. Selama ini, gedung bercat putih ini menjadi kantor sekretaris presiden, protokol, rumah tangga istana dan lain-lain. Gedung yang "nyempil" ini, selama dua minggu terakhir paling serius dikerjakan. Tempat ini nantinya akan dijadikan kantor baru bagi para pembantu presiden. Kabarnya, 3 Menko, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan Dewan Keamanan Nasional (DKN) akan berkantor di tempat ini.Tak jauh dari kantor Sespres yang tengah direnovasi total, masih dalam sederet, beberapa pekerja bangunan baru saja menyelesaikan perombakan gedung bioskop istana. Gedung yang terletak persis di sebelah kiri Istana Negara ini, awalnya merupakan gedung bioskop.Layaknya bioskop sineplek 21, terpampang layar putih, dengan dinding kedap suara, dan kursi-kursi empuk berderet bertingkat. Selama pemerintahan Presiden Megawati, tempat ini digunakan sebagai tempat konferensi pers dan ruang tunggu wartawan. Namun, sejak Senin pekan lalu (11/10/2004), tiba-tiba datang pemborong dan buruh bangunan. Seluruh isi gedung dikeluarkan. Dan selama satu minggu gedung tersebut dirombak total. Seluruh kursi, karpet merah dan dekorasi diubah. Dan pada Senin (18/10/2004) bangunan sudah jadi. "Ruangan ini akan dijadikan tempat wartawan bekerja. Nanti kita lengkapi komputer dan alat-alat bantu peliputan. Semua kita lengkapi, asal kalian tidak tidur sini saja," kata Sekretaris Presiden Kemal Munawar.Di tempat itulah, nanti wartawan akan bekerja setiap harinya sekaligus sebagai ruang tunggu. Sedangkan tempat untuk jumpa pers telah disediakan oleh pihak istana di gedung yang baru, yakni kantor presiden yang terletak di sayap sebelah timur komplek Istana Negara.Kantor presiden ini memang baru. Letaknya di sayap sebelah timur. Dahulu merupakan gedung baru ini bernama Musium Puri Bhakti Renatama sebagai tempat penyimpanan benda sejarah dan sanggar lukisan sebagai tempat menyimpan koleksi Istana Presiden. Nah sejak tiga tahun lalu, dimulai pembangunan kantor presiden ini. Maklum saja, selama ini presiden berkantor sementara di Istana Negara. "Sebetulnya kantor di Istana Negara itu sifatnya sementara. Kantor bagi presiden ya baru sekarang ini kita buatkan di bekas musium itu," kata Bambang Kesowo.Kenapa pembangunan lama memakan waktu hampir 3 tahun. Menurut Kewoso, karena pemasangan pernik-pernik yang buat lama. ""Seperti kabel-kabel untuk CCTV itu yang membuat lama," kata Bambang Kesowo.Renovasi gedung berlantai dua ini selesai persis menjelang Presiden Megawati lengser. "Rencana Ibu Mega akan menggunakan kantor itu, tetapi keburu lengser. Jadi inilah gedung tinggalan Ibu Mega," kata seorang pejabat Istana.Maklum saja, selama ini setiap presiden mempunyai kantor sendiri-sendiri. Sewaktu Soekarno berkantor di Istana Merdeka, Soeharto di Binagraha, Abdurrahman Wahid di Istana Merdeka, dan Megawati di Istana Negara.Toh, Mega meski tak mencicipi berkantor di gedung tersebut, sudah dua kali memakainya. Pertama sewaktu mengadakan rapat kabinet terbatas membahas soal Aceh dan peralihan pemerintahan beberapa waktu lalu, dan terakhir Senin (18/10/2004) saat mengadakan rapat kabinet gotong royong terakhir. "Gedung itulah nanti yang akan digunakan oleh Persiden baru. Baik rapat terbatas maupun tapat kabinet lengkap," kata Kesowo.Dengan demikian, sedikitnya ada tiga gedung baru di lingkungan Istana Kepresidena yang akan digunakan oleh pasangan Presiden SBY-Kalla. Selain itu, masih ada gedung-gedung lainnya di kompleks Istana Negara yang terus direnovasi. Ada Istana Merdeka, Istana Negara, Wisma negara dan Binagraha.Bagaimana membedakan istana-istana yang seabreg dan magrong-magrong di lahan seluas 6,8 hektar ini. Istana yang akan menjadi kediaman resmi dan kantor presiden ini merupakan salah satu Istana kepresidenan RI. Istana Kepresidenan yang lain berada di luar Jakarta, yakni Istana Kepreseidenan Bogor, Yogyakarta, Cipanas dan Istana Kepresidenan Tampaksiring.Untuk Istana Kepresidenan Jakarta, terletak di antara Jl. Medan Merdeka Utara dan Jl. Veteran. Di kompleks ini terdapat dua bangunan istana, yaitu Istana Merdeka dan Istana Negara. Untuk membedakannya cukup mudah. Istana yang menghadap ke Jalan Medan Merdeka Utara atau Monas adalah Istana Merdeka.Sedangkan istana yang menghadap ke Sungai Ciliwung di jalan Veteran itu adalah Istana Negara. Keduanya dipisahkan oleh sebuah taman yang luas. Dari dua bangunan ini, Istana Negara merupakan bangunan pertama kali di kompleks tersebut. Dibangun pada tahun pada tahun 1796, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus Van Overstraten, dan selesai pembangunan pada tahun 1804 pada masa pemerintahan Gubenur Jenderal Johanes Sieberg.Istana ini milik pengusaha belanda bernama J S Van Braam. Selanjutnya, pada tahun 1816, bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan selanjutnya digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta tempat tinggal para Gubernur Jenderal Belanda.Banyak peristiwa penting semasa pemerintaha Belanda terjadi di Istana negara. Istana ini menjadi saksi ketika sistem tanam paksa ditetapkan Gubernur Jenderal Van de Bosch. Tempat ini juga menjadi saksi sejarah penandatangan persetujuan Linggarjati pada Maret 1947 di mana pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan Belanda oleh Gubernur Jenderal Van Mook.Pemerintahan yang semakin maju membuat Gubenur Jenderal Belanda membangun istana baru menambah Istana Negara. Maka pada tahun 1879 di era pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Willem van Landsbarg dibangunlah Istana Gambir yang sekarang ini bernama Istana Merdeka. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Drossares, menghadap ke arah Monas.Dari Jalan Medan Medeka Utara, Istana Merdeka tampak megah berasitektur Yunani. Dengan luas bangunan 3.375 meter persegi, memiliki 6 pilar yang tinggi dan besar. Sebelum memasuki Serambi Istana merdeka, harus menaiki 16 anak tangga. Di tempat ini pula, biasanya dilakukan peringatan detik-detik proklamasi tanggal 17 Agustus. Selain itu, halaman yang luas, dengan air mancur di tengah-tengah dan tiang bendera setinggi 17 meter.Dari sisi sejarah, Istana Merdeka tak kalah banyak mencatat peristiwa luar biasa, baik dalam pemerintahan Gubernur Belanda maupun pemerintahan RI. Pada awal pemerintahanh RI, tempat ini menjadi saksi sejarah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemrintahan Belanda pada 27 Desember 1949. RIS diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Kerajaan Belanda oleh A H J Lovinnk. Pada saat itu, sang merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dinyanyikan lagu Indonesia Raya.Sehari setelah pengakuan kedaulatan oleh pemerintah kerajaan belanda, Prsiden Soekarno beserta keluarga tiba dari kota gudeg Yogyakarta, dan langsung mendiami Istana Merdeka. Dan pada tanggal 17 Agustus 1950 untuk pertama kalinya, Istana Merdeka digunakan untuk peringatan kemerdekaan.Rencana presiden terpilih Susilo bambang Yudhoyono yang akan tinggal di Istana Merdeka, suatu hal biasa. Sebab sejak Istana Merdeka ini dibangun, SBY merupakan penghuni ke 21, dan Presiden RI ke 3 yang tinggal ditempat tersebut. Sebelumnya tercatat 15 gubernur jenderal Hindia Belanda, 3 Panglima Tertinggi Tentara Jepang di Jawa dan 2 presiden RI, yakni Soekarno dan Abdurahman Wahid.Di Istana Merdeka ini, Presiden Megawati menyelenggarakan acara-acara kenegaraan. Diantaranya menerima penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat, upacara penyambutan kepala negara maupun pemerintahan dari negara lain, pelantikan perwira muda/Polri, upacara detik-detik proklamasi, parade senja dan lain-lain.Setiap menyambut tamu kepala pemerintahan maupun kepala negara, dilakukan uparacara penyambutan secara militer di halaman Istana Merdeka. Selain itu, karpet merah digelar dari ujung tangga, sampai ke serambi depan dan Ruang Kredential.Ruangan-ruangan yang ada di Istana Merdeka antara lain Ruang Kredential yang digunakan untuk penandatanganan perjanjian, menerima surat-surat kepercayaan negara sahabat, joint Conferensi dan lain-lain. Setelah itu, ada ruang tamu dan ruang jamuan, ruang resepsi, ruang bendera pusaka dan teks prokalamsi, ruang kerja presiden, ruang tidur, ruang keluarga dan di belakang yang menghadap ke Taman Istana.Selain Istana Merdeka dan Istana Negara, di komplek kepresidenan juga terdapat Wisma Negara. Dahulu difungsikan sebagai tempat menginap tamu negara. Namun sejak Presiden Habiabie, sudah tidak pernah digunakan karena dianggap tidak layak lagi. Sewaktu Presiden Megawati Soekarnoputri, semua tamu negara menginap di hotel berbintang. "Wisma itu sudah tak bisa ditempati karena sudah tidak layak," kata kemal Munawar.Sewaktu Presiden Gus Dur, Wisma Negara sempat ditempati selama beberapa minggu. Setelah itu pindah ke Istana Merdeka. Nah, kemungkinan jika SBY akan tingga di Istana Merdeka, dia akan tinggal dahulu di Lantai 6 Wisma Negara. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads