“Sebagai pemimpin daerah dan masyarakat Bupati dan Ketua DPRD Nduga bertanggungjawab terhadap keamanan daerah, bukan malah memimpin warga untuk berperang sesama warga,” ujar Gubernur Papua Lukas Enembe kepada Detik.com, Senin (3/6/2013) di Jayapura.
Gubernur Papua prihatin atas perang suku antar masyarakat Nduga di Kota Wamena, menyebabkan tujuh korban jiwa meninggal dan 60 orang lainnya mengalami luka-luka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur menegaskan, pihaknya sudah minta kepada Kapolda Papua untuk menangkap pelaku dibalik konflik tersebut. “Ya, saya sudah minta Kapolda tangkap Bupati dan Ketua DPRD berserta anggotanya, karena mereka penyebab sehingga terhajadinya konflik tersebut,” tegasnya.
Akibat konflik antar suku itu, pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan tidak berjalan, bahkan masyarakat takut melakukan aktivitas, menyababkan banyak warga yang mengungsi ke kabupaten lain.
Seperti diketahui perang suku warga Nduga telah terjadi sejak Maret 2013 lalu, akibat masalah pemekaran daerah. Salah satu staf Biro Pemerintahan Kabupaten Nduga, Yustinus Gwijangge dibunuh selesai acara sosialisasi pemekaran daerah di Wamena, dimana pelakunya adalah anggota DPRD kabupaten Nduga. Pasca pembunuhan itu terjadi perang suku, 2 orang meninggal dan puluhan luka-luka.
Kemudian tanggal 24-5-2013, anggota DPRD Nduga, Eka Tabuni dibunuh (diduga sebagai pelaku pemuhan terhadap staf Biro Pemerintahan,Yustinus Gwijangge), akibatnya terjadi perang suku kembali menyebabkan 3 orang meninggal dan puluhan luka-luka.
(rvk/rvk)











































