Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menganggap wajar seorang Wakil Ketua DPR melakukan inspeksi mendadak (sidak). Ia menyikapi tudingan miring 'sidak' Priyo Budi Santoso ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (1/6) kemarin.
"Kalau itu memang hak dia (Priyo,red) sebagai wakil ketua DPR untuk membuat suatu sidak ya silakan tak jadi soal menurut saya. Dan wajar saja seorang wakil ketua DPR melakukan sidak," ucap Aburizal kepada detikcom di Malang, Senin (3/6/2013), sore.
Yang jadi masalah, lanjut dia, sidak dilakukan Priyo tanpa memberitahu terlebih dahulu. Dan itu kini sedang dipermasalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aburizal menambahkan, dalam sidak tersebut. Priyo pastinya bertemu dengan banyak orang. Bukan hanya orang-orang yang kini sedang terganjal masalah hukum tengah di Lapas Sukamiskin.
"Dia bertemu dengan banyak orang. Kalau memang bertemu dengan Fahd, tidak masalah itu. Memang ada sangkaan jika Priyo khusus menemui Fahd waktu itu," imbuh Aburizal.
Ia menegaskan, Partai Golkar belum mengambil sikap terkait polemik yang tengah dialami Priyo. Termasuk disinyalir menerima fee dari proyek pengadaan laboratorium komputer tahun 2011 di Kemenag sebesar satu persen.
"Itu kan masih disinyalir. Saya bisa saja mensyinyalir orang lain menerima fee. Tapi semua harus dibuktikan dulu," tegasnya.
Aburizal mengaku, seorang Priyo akan mendapatkan sanksi partai, jika telah melakukan kesalahan atau di luar kewenangannya. "Kalau sudah salahi aturan itu pantas disanksi," akunya.
(van/van)










































