"Belum ada rencana kunjungan balasan, belum ada rencana konkret," kata Mangara saat dihubungi, Minggu (2/6/2013) malam.
Mangara menjelaskan, kunjungan balasan masuk menjadi program DPRD DKI karena anggota dewan dari ketiga negara lebih dulu berkunjung. "DPRD negara lain yang ke DPRD DKI di antaranya Los Angeles, Seoul, Beijing dan Houston. Tapi sampai sekarang DPRD DKI belum merencanakan kunjungan balasan," tutur dia.
Dia menyebut anggaran kunjungan balasan belum pernah terpakai sejak tahun 2012. "Sampai sekarang, Rp 1 pun belum terpakai," tegasnya. Ditanya jumlah anggaran yang disediakan, Mangara mengaku tak hafal rinci.
Dia membantah agenda kunjungan balasan ini ada kaitannya dengan sejumlah mega proyek Pemprov DKI di antaranya proyek deep tunnel, MRT, dan proyek giant wall yang akan dibangun di lepas pantai Jakarta.
"Saya nggak tahu persis. Itu tidak dianggarkan di Setwan," kata Mangara yang mengakui adanya surat pimpinan DPRD ke fraksi terkait agenda kunker.
Rencana anggota dewan berkunjung ke 3 negara dikritik. Kunjungan ini dinilai sebagai pemborosan anggaran. "Kunjungan singkat yang menghabiskan waktu di perjalanan untuk acara lain yang tidak ada hubungannya dengan mencari pengetahuan jelas pemborosan," kata pengamat kebijakan publik Andrinof Chaniago.
(fdn/dnu)











































