Ratusan Kera Mengamuk di Sleman

Ratusan Kera Mengamuk di Sleman

- detikNews
Senin, 18 Okt 2004 16:43 WIB
Yogyakarta - Kemarau panjang membuat persediaan makanan di hutan untuk kera pun habis. Akibatnya, ratusan kera berekor panjang mengamuk di wilayah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Kawanan kera yang sedang kelaparan itu merusak berbagai tanaman palawija milik warga di Kelurahan Glagaharjo dan Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman. Bahkan buah-buahan yang ada di sekitar lereng Merapi bagian selatan di jalur Sungai Gendol habis disikat mereka. Setelah tanaman buah-buahan seperti jambu biji, alpukat, pisang, nangka sudah habis, mereka kemudian menyerbu tanaman palawija milik penduduk sekitar. Ratusan batang ketela pohon siap panen disikat habis dalam sekejap oleh kawanan kera itu.Sementara itu para petani dan warga tidak berani menghalau dan mengusirnya. Sebab bila diusir, kawanan kera itu akan bergantian mengamuk dan langsungmenyerangnya karena kelaparan. Bahkan warga juga tak berani menangkapnya karena bila ada yang tertangkap kera akan ganti menyerang."Kita pernah mengusir dengan melempari pakai batu tapi sia-sia malah balik mengamuk merusak tanaman di kebun," kata Mujiyono (40) seorang petani wargaGlagaharjo Cangkringan kepada detikcom, Senin (18/10/2004).Saat ini, kata Mujiyono, warga hanya menakut-nakuti dengan cara membunyikan mercon bumbung (mercon bambu) dan mercon cabe rawit, namun itu tidak efektif.Kawanan kera itu sempat lari, tetapi kemudian berbalik lagi bersama gerombolannya yang berjumlah puluhan ekor. "Kita hanya bisa menjaga ladang dengan menghalau pakai lemparan batu atau mercon saja," katanya.Menurut Mujiyono, kawanan kera tersebut biasanya tinggal di hutan di sekitar lembah Sungai Gendol. Namun karena persedian pangan di hutan sudah habis,kera-kera kelaparan tersebut berani masuk ke ladang milik warga yang ada di sebelah barat sungai.Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang Kehutanan Kabupaten Sleman Djadjar Sudarno ketika dihubungi detikcom, Senin (18/10/2004) mengatakan, saat ini tanaman buah-buahan di sepanjang sungai Gendol telahhabis dimakan kawanan kera. Karena tidak ada makanan lagi di sekitar lembah sungai, mereka kemudian berani masuk ke ladang. Sebenarnya kawanan kera dapat diusir dengan cara ditakut-takuti dengan membunyikan sesuatu, tetapi jangan sampai melukainya. "Kawanan kera itu sebenarnya juga takut kepada manusia sehingga cukup dihalau dengan teriakan keras atau membunyikan sesuatu," katanya.Menurut Djajar, diperkirakan kawanan kera itu tidak hanya merusak tanaman di dua kelurahan di Kecamatan Cangkringan saja, namun juga sudah merusak tanaman di wilayah Desa Balerante Klaten yang ada di sebelah timur. Ada pula kawanan kera itu yang mencari makan hingga wilayah Balerante karena persedian pangan di hutan di sisi timur juga sudah habis.Dia mengatakan, saat ini warga terpaksa harus mengalah dan membiarkan tanaman buah dan palawija di ladang habis dimakan kera-kera kelaparan itu. Namun tidak menutup kemungkinan kera akan masuk ke pemukiman bila tanaman di pinggir sungai sudah habis. "Ini yang bisa membahayakan keselamatan warga," katanya.Untuk mengantisipasi agar tidak terulang lagi, kata Djajar, warga harus melakukan penanaman tanaman buah-buahan sebanyak mungkin di pinggiran desa,terutama di tepi lembah Kali Gendol. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads