Kejadian itu terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Sabtu (1/6/2013) di Jalan Kemuning, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. Sore itu, memang banyak siswa SMP yang merayakan kelulusan dengan konvoi motor sembari melakukan aksi coret baju seragam.
Ironisnya, sebagian mereka berkonvoi tanpa mengenakan helm. Polisi seakan tak berdaya dan membiarkan anak-anak ini saling kebut di jalan raya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu tertrabak, nenek itu langsung ke sungkur ke jalan dan langsung pingsan. Bagian lengannya berdarah terseret ke aspal begitu juga bagian kepalanya," ujar Anggoro (36), saksi mata di lokasi kejadian kepada detikcom.
Begitu terjadi tabrakan, sebagian motor yang ikut konvoi melarikan diri. Namun warga sekitar berhasil mengamankan seorang siswi SMP yang menabrak korban.
"Kita langsung tahan sepeda motornya. Kita minta orangtunya untuk datang," kata Anggoro.
Sebagian warga lainnya, menolong korban untuk dibawa ke RSUD Arifin Acmad Pekanbaru. Tak lama orangtua siswi dan pihak keluarga korban bertemu di lokasi kejadian. Kasus tabrakan ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.
"Kamipun tidak tahu nama nenek itu. Tapi tadi kedua belah pihak sepakat kasus ini tidak dibawa ke polisi. Segala biaya pengobatan ditanggung keluarga siswi SMP tadi," kata Anggoro.
(cha/rmd)











































