Fraksi PAN Tolak Fasilitas Menginap di Hotel Mulia
Senin, 18 Okt 2004 14:26 WIB
Jakarta -
Para anggota MPR kembali diinapkan di Hotel Mulia mulai hari ini, sebagai persiapan sidang paripurna pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih SBY-Kalla. Fraksi PAN menolak fasilitas ini, karena menganggap pemborosan. Kepastian para anggota MPR dari F-PAN (Partai Amanat Nasional) tidak menginap di Hotel Mulia ini disampaikan oleh anggota F-PAN Catur Sapto Edi kepada detikcom, Senin (18/10/2004). "F-PAN sudah memutuskan untuk tidak memakai hotel Mulia sebagai tempat menginap," kata dia. Keputuan F-PAN ini sudah diserahkan kepada Setjen MPR untuk dilakukan pembatalan pemesanan kamar terhadap 53 anggota F-PAN. Dengan begitu, dipastikan 53 anggota F-PAN tidak akan bisa menginap di hotel bintang lima itu. Menurut Catur, fasilitas penginapan di Hotel Mulia itu merupakan bentuk pemborosan. Ada tiga alasan yang mendasari F-PAN menolak menginap di Hotel Mulia. Pertama, sidang MPR mengenai persiapan dan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih tidak memiliki agenda yang padat. Ini berbeda dengan sidang paripurna pada saat pemilihan pimpinan DPR dan pimpinan MPR beberapa waktu lalu. Kedua, anggota-anggota DPR saat ini sudah diberikan fasilitas penginapan oleh negara. Fasilitas penginapan itu berupa fasilitas mengontrak rumah, karena rumah dinas DPR belum bisa ditempati. Ketiga, pada bulan Ramadan seperti ini, para anggota F-PAN yang muslim lebih baik menginap di rumah atau kontrakan masing-masing untuk beribadah bersama keluarga. Berdasarkan jadwal, seharusnya pukul 12.00 WIB hari ini, para anggota MPR sudah mulai check in di Hotel Mulia. Mereka baru akan check out pada Kamis (21/10/2004). Anggota MPR diinapkan di hotel Mulia dalam rangka sidang paripurna pelantikan SBY-Kalla pada Rabu (20/10/2004).
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































