Menunggu Buka, Menunggu Togel

Menunggu Buka, Menunggu Togel

- detikNews
Senin, 18 Okt 2004 13:50 WIB
Palembang - Apa persamaan orang berpuasa dengan penjudi toto gelap (togel)? Ya, sama-sama khusuk menjelang Mahgrib. Bedanya, satunya menunggu adzan tanda berbuka puasa dan satunya menunggu informasi angka dari pacuan kuda di Singapura.Itulah gambaran kontradiksi masyarakat Palembang pada tiga hari pertama berpuasa ini. Togel tetap saja marak diperjualbelikan di tengah masyarakat bersuka cita menunaikan ibadah puasa.Berdasarkan pantauan dan informasi yang didapat detikcom, hampir di setiap kawasan perumahan di Palembang, togel marak diperjualbelikan. Penjudian ini dimulai dari biaya taruhan Rp 250 hingga puluhan ribu rupiah.Yang dipertaruhkan adalah nomor yang katanya berdasarkan pacuan kuda di Singapura, sebanyak 4 digit. Setiap petaruh boleh memasang 4,3 dan 2 digit. Hadiah yang diberikan kepada penebak yang benar yakni kelipatan Rp 60 ribu untuk 2 digit untuk taruhan Rp 1.000, Rp 400 ribu untuk 3 digit untuk taruhan Rp 1.000, serta Rp 2,5 juta untuk 4 digit untuk taruhan Rp 1.000.Beberapa kawasan yang paling marak antara lain di Kertapati, Plaju, Sekojo, Pakjo, Bukitbesar, dan Bukitkecil. Petaruhnya dari remaja, bapak-bapak hingga ibu-ibu. "Cari modal untuk puasa dan lebaran," kata Ujang, warga Pakjo, kepada detikcom, yang tetap membeli togel meskipun berpuasa.Bagaimana menjual togal macam begini? Caranya, seorang bandar akan menyebarkan "kaki" alias penyalur. Setiap kaki ini akan diberi penghasilan sebesar 35-40 persen dari jumlah uang taruhan yang dikumpulkannya. Selain dari bandar, kaki ini juga selalu mendapat tips dari para pemenang taruhan.Poltabes Palembang yang beberapa hari menjelang Ramadan berjanji akan memberantas togel, tampaknya harus membuktikannya sehingga Ramadan di Palembang benar-benar diberkahi. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads