Deplu Telusuri Status Mahasiswa Ali Darman di Al Azhar
Senin, 18 Okt 2004 13:22 WIB
Jakarta - Departemen Luar Negeri akan menelusuri informasi bahwa Ali Darman, pembantai satu keluarga asal Malaysia di Kairo, Mesir, tidak pernah kuliah di Universitas Al Azhar apabila itu diperlukan untuk proses penyelidikan. "Apabila diperlukan untuk proses penyelidikan akan kita telusuri. Tapi hingga saat ini tidak ada indikasi yang bersangkutan menggunakan paspor palsu atau status palsu pada visanya," kata Juru Bicara Deplu Marty Natalegawa.Pernyataan ini disampaikan Marty kepada detikcom di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2004) siang, menanggapi adanya kesangsian para mahasiswa Al Azhar asal Indonesia atas status kemahasiswaan Ali. Menurut mereka Ali tidak pernah kuliah di Universitas Al Azhar.Marty, merujuk data Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Kairo, menyatakan Ali Darman tiba di Kairo pertengahan tahun 1994. Semula untuk pendidikan di Al Azhar tapi setelah dua tahun ia gagal menyelesaikan studinya.Setelah itu, lanjut Marty, Ali bekerja sebagai tenaga hononer di KBRI Kairo sebagai pengemudi. "Tapi awal September 2004 yang bersangkutan diberhentikan karena tidak pernah masuk," kata Marty.
(gtp/)











































