Rusuh Mamasa, Polda Sulsel Tambah Pasukan
Senin, 18 Okt 2004 13:13 WIB
Makassar - Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengirimkan kembali satu peleton pasukan ke Mamasar, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebelumnya, personel polisi yang telah disebar ke sejumlah tempat rawan di Mamasa berjumlah 265 orang. Penambahan pasukan ini dilakukan Polda Sulsel, Senin (18/10/2004). Dengan penambahan satu peleton pasukan ini, maka personel polisi yang berjaga-jaga di Mamasa berjumlah 295 orang. "Kami mengirimkan pasukan tambahan 1 peleton," ujar Irjen Pol Saleh Saaf, ketika menggelar konferensi pers di Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar. Sementara itu, 265 orang personel telah berjaga-jaga di sejumlah 9 titk rawan yang berda di Mamasa sejak kerusuhan meletus hingga Minggu (17/10/2004) kemarin. Titik rawan itu, antara lain Desa Paniteang, Arale, tempat di mana kerusuhan berawal. Polisi juga berjaga-jaga di Dusun Aralena. Sebanyak 265 personel itu terdiri dari Brigade Mobil, Satuan Perintis, samapta, dan Mobilisasi dari Polres terdekat. Selain bantuan 1 peleton pasukan, Polda Sulsel juga mengirimkan 20 unit motor perintis. Hingga saat ini, aparat mulai melakukan pengejaran terhadap ratusan warga pro pemekaran yang sering melakukan penyerangan terhadap pihak kontra. Pihak pro disinyalir banyak bersembunyi di hutan. Konflik di Mamasa kembali meletus Jumat lalu (15/10/2004). Konflik ini dipicu oleh pemekaran Mamasa, yang dipisah dari Kabupaten Polmas.
(asy/)











































