Pembantai Asal Indonesia di Kairo Bukan Mahasiswa Al Azhar
Senin, 18 Okt 2004 10:22 WIB
Jakarta -
Ali Darman, pembantai satu keluarga asal Malaysia di Kairo, Mesir, kabarnya tidak pernah kuliah di Universitas Al Azhar. Status mahasiswa itu yang dikemukakan oleh staf KBRI di Kairo, disangsikan oleh para mahasiswa Al Azhar asal Indonesia."Setahu kami, Ali Darman tidak pernah kuliah di Al Azhar atau pun di perguruan tinggi lainnya di Mesir," kata seorang mahasiswa Al Azhar asal Indonesia yang enggan disebut namanya kepada detikcom, Senin (19/10/2004) pukul 10.15 Wib (06.15 waktu Kairo).Para mahasiswa yang dihubungi detikcom umumnya mengaku cukup kenal dengan Ali Darman. Maklum saja, Ali Darman tinggal di kawasan distrik 10, Mahatoh Jami, Kairo. Di kawasan ini hampir 80% mahasiswa Indonesia berdomisili.Di kalangan mahasiswa Indonesia, Ali Darman lumayan dikenal. Soalnya, Ali Darman membuka restoran kecil yang menyajikan menu masakan Asia, terutama masakan Indonesia. "Kami kerap makan di warung dia," kata mahasiswa asal Jakarta tersebut. "Karena itulah kami tahu persis kalau Ali Darman tidak pernah kuliah," sambungnya. Ali Darman, berperawakan kurus dan berkulit hitam. Oleh para mahasiswa yang menjadi langganan warungnya, Ali Darman disebutkan berasal dari Riau. Ali sudah berkeluarga dan memiliki 2 orang anak. Sepengetahuan para mahasiswa Indonesia, semula Ali Darman menjadi sopir KBRI dengan status staf honorer. Kabarnya ia direkruit langsung dari Indonesia untuk menjadi sopir. Selepas menjadi sopir KBRI, Ali Darman kemudian membuka restoran kecil. Restoran Ali Darman itu jaraknya berdekatan dengan Zaki, korban yang dibunuh Ali Darman berikut isteri dan dua orang anaknya. Zaki sekeluarga setelah dibantai, kemudian dibakar. Pembantaian ini terjadi Jumat (15/10/2004) pada pukul 08.00 waktu Kairo. Asap hitam yang membumbung tinggi di pemukiman padat itu tentu saja membuat heboh. Dan polisi Kairo dengan cepat bergerak. 12 Jam kemudian Ali Darman sudah berhasil dibekuk polisi.Lantas bagaimana Ali Darman disebutkan oleh KBRI pernah menjadi mahasiswa Al Azhar? Menurut dugaan sementara, status mahasiswa itu diperoleh untuk memperoleh visa masuk ke Mesir. Soalnya, sejauh ini pemerintah Mesir tidak mengeluarkan visa kerja. Nah siapa pemberi status mahasiswa tersebut?
(bdi/)










































