DetikNews
Selasa 28 Mei 2013, 13:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Jika Buruh Korban Perbudakan Mau Bersaksi

- detikNews
Jakarta - Sejauh ini para buruh korban perbudakan di Tangerang belum meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Namun LPSK siap memberikan fasilitas perlindungan, bila para buruh tersebut bersedia menjadi saksi dalam persidangan terhadap pelaku perbudakan.

\\\"Jadi kita kirim tim, kemudian kita ketemu lagi dengan para pemohon dari mereka yang menjadi korban untuk melihat kesiapan mereka memberikan kesaksian, sekaligus juga untuk mengecek apakah mereka akan mengajukan tuntutan ganti rugi kepada pengusaha tersebut,\\\" kata Ketua LPSK Semendawai, di Kantor Komisi Yudisial (KY), Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (28\/5\/2013).

Semendawai menambahkan para korban yang membutuhkan akan diberikan perlindungan berkoordinasi dengan pihak kepolisian yang mengusut kasus ini. Namun tak disebutkan upaya perlindungan tersebut sudah diberikan atau belum karena para korban merasa aman ketika kembali ke kampung halaman.

\\\"Mayoritas mereka tidak diberikan perlindungan fisik, namun pas dikampung halamannya sudah merasa lebih aman. Tetapi kita menindaklanjuti dengan berkoordinasi pihak penyidik untuk memastikan agar proses hukumnya tidak berhenti,\\\" ujar Semendawai.

Bagaimana dengan pelakunya? Apakah akan diberikan perlindungan juga? \\\"Ya enggak dong, kan dia yang melakukan tindak pidana. Kalau kita berikan nanti kontradiktif,\\\" tutup Semendawai.

Perbudakan buruh pabrik kuali di Lebak Wangi, Tangerang, menyebabkan 9 orang meminta perlindungan ke LPSK. Hal ini dikarenakan adanya upaya intimidasi dan ancaman yang diterima.





(vid/lh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed