Ali Darman Mengaku Membunuh 1 Keluarga untuk Membela Diri

Ali Darman Mengaku Membunuh 1 Keluarga untuk Membela Diri

- detikNews
Senin, 18 Okt 2004 07:47 WIB
Jakarta - Pelaku pembantaian 1 Keluarga di Kairo mengaku terpaksa membunuh hanya membela diri. Ali Darman, pelaku pembunuhan yang sekaligus kawan dekat korban, juga mengaku kesal dihina korban. Kepala Bidang penerangan KBRI di Kairo, Mesir, Sudarmawan, dalam sambungan telepon Senin (18/10/2004) mengatakan KBRI sudah berhasil bertemu dengan Ali Darman di tahanan kepolisian Nars City. Sebelumnya, KBRI sempat kesulitan menghubungi Ali karena tidak diizinkan untuk bertemu dan berkomunikasi oleh petugas kepolisian. "Ali Darman mengaku membunuh karena membela diri. Kami baru saja bertemu dengan Ali di tahanan. Ia menyesali pembunuhan ini," kata Sudarmawan. Dalam pertemuan KBRI dengan Ali kemarin, Minggu (17/10/2004) waktu Kairo, Ali menuturkan, pada pagi yang naas itu, sekitar pukul 08.00 waktu Kairo, ia mendatangi kediaman Muhammad Zaki (27 tahun). Semula, Ali datang untuk menukar uang kepada Zaki. Zaki adalah kawan dekat Ali. Zaki adalah pengelola Rumah Makan Asbat di Madinat Nasr. Zaki juga membuka usaha penukaran valuta asing. Namun saat bertemu, Zaki dan Ali terlibat cekcok mulut. Ali mengaku ia dimaki-maki oleh Zaki. Ali dituduh tidak dapat dipercaya. Ali pun tersinggung. Menurut cerita Ali, Zaki sempat mendorong Ali. Bahkan, masih menurut penuturan Ali, Zaki kemudian lari ke dapur seraya membawa pisau sambil memaki Ali. Dalam pergumulan itulah, Zaki tewas ditangan Ali. Mengapa istri Zaki, Nur dan kedua anak Zaki juga dibunuh Ali?"Karena dalam perkelahian tadi, istri Zaki turut membela suaminya. Ia ikut mengeroyok Ali. Setelah sadar, Ali pun menangis," tutur Ali seperti diceritakan oleh Sudarmawan. Sedangkan kedua anak Zaki dan Nur, Maryam (7 tahun), dan Muaz (3 tahun), saat itu tengah tertidur lelap di kamar mereka. Ali dalam kondisi panik, langsung menyeret tubuh Zaki dan Nur ke dalam kamar dimana Maryam dan Muaz tengah tertidur. Ali mencari barang yang mudah terbakar kemudian menyulutknya dengan api. "Itu pengakuan Ali kepada kami. Benar tidaknya biarlah pengadilan yang memutuskan," jelas Sudarmawan. Atas perbuatannya, kini Ali harus mendekam dalam penjara dan akan diadili di pengadilan Mesir. Ali dituntut hukuman mati untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (dni/)


Berita Terkait