Satpam Perumahan di Semarang Temukan Mayat Bayi Penuh Belatung

Satpam Perumahan di Semarang Temukan Mayat Bayi Penuh Belatung

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 27 Mei 2013 21:10 WIB
Semarang - Mayat bayi yang sudah membusuk dan penuh belatung ditemukan oleh penjaga keamanan perumahan di Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik Semarang. Bayi tersebut ditemukan di dalam plastik hitam di lahan kosong.

Sadino (51), penjaga keamanan salah satu perumahan di kelurahan Gedawang sudah sejak tiga hari lalu melihat bungkusan plastik hitam di lahan kosong dekat tanaman lombok yang mengarah ke tempat kerjanya. Namun semakin hari bungkusan tersebut menyebarkan bau tidak sedap.

"Sudah tiga hari lalu, terus baunya lama-lama tidak enak. Tadi pagi cuma saya lihat, sudah ada bekas-bekas dirusak binatang," kata Sadino di dekat lokasi penemuan mayat, Kelurahan Gedawang Kecamatan Banyumanik Semarang, Senin (27/5/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena penasaran, saat kembali melintasi plastik tersebut, Sadino memberanikan diri untuk membukanya. Ia pun terkejut saat melihat paha bayi dan tali pusar di dalam plastik. Sementara itu bagian tubuh mayat bayi sudah hancur membusuk dan dipenuhi belatung.

"Saya kaget, bentuknya sudah hancur, tempurung kepala sudah terbelah, banyak belatung. Ada tali pusarnya. Ada juga kaos dan celana dalam," tandasnya.

Kemudian Sadino langsung melaporkannya temuannya itu ke polisi. Tidak berselang lama, petugas dari Polsek Banyumanik dan tim Inafis Polrestabes Semarang tiba dilokasi. Setelah itu Sadino dan warga diminta polisi untuk menguburkan mayat bayi yang tidak diketahui jenis kelaminnya itu di pemakaman umum setempat.

Menurut Sadino, bayi tersebut bukan dibuang oleh warga sekitar, karena warga RT 5 RW 3 kelurahan Gedawang tidak ada yang sedang hamil, begitu pun dengan warga perumahan yang dia jaga.

"Tidak ada yang hamil. Mungkin orang luar yang tahu daerah sini," pungkasnya.

Mayat bayi tersebut kemudian kembali dibungkus plastik kuning untuk dimakamkan. Usai adzan Maghrib, bungkusan plastik itu dibalut kain kafan oleh warga. Imam yang datang dari masjid pun datang dan menyolatinya. Kemudian Sadino dan sejumlah warga membawanya ke pemakaman Slengut dengan berjalan kaki.

(alg/ndr)


Berita Terkait