Bujuk Hadiri Pelantikan Presiden, Hidayat akan Temui Mega
Senin, 18 Okt 2004 01:27 WIB
Jakarta -
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid masih berharap Megawati Soekarnoputri mempertimbangkan untuk hadir dalam pelantikan presiden dan wakil presiden periode 2004-2009 pada 20 Oktober 2004 mendatang. Untuk itu, pihaknya berencana akan bertemu dengan Megawati, hari ini, Senin (18/10/2004)."Saya juga sudah berkomunikasi dengan beliau dan sedang diatur pertemuan. Mudah-mudahan besok (Senin, 18 Oktober 2004) pertemuan itu bisa terjadi hingga kami bisa berdialog langsung mengenai apa keinginan beliau," ujar Hidayat usai ikut berbuka puasa bersama di rumah AM Fatwa, Jalan Denpasar Raya, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (17/10/2004) malam. Kepada detikcom dan Trans TV, Hidayat mengatakan bahwa Hidayat sudah mengirim undangan resmi kepada Megawati, tetapi hingga kini belum mendapat jawaban langsung dari Mega maupun dari pihak Setneg perihal ketidakhadirannya. Sebelumnya, Sabtu (16/10/2004) lalu, Wasekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung di sela-sela rapat di kantor DPP PDIP, mengatakan bahwa Presiden Megawati dan Wapres Hamzah Haz dipastikan tidak akan menghadiri pelantikan presiden dan wapres 20 Oktober 2004 mendatang. Pasalnya, belum ada aturan main yang mengatur hal tersebut."Mengenai adanya pernyataan bahwa beliau tidak mau hadir, kami menilai itu sebagai sesuatu yang perlu diperhatikan, tapi belum diyakini sebgai sikap akhir ibu mega karena balum dinyatakan langsung oleh beliau. Kami berharap demokrasi yang sudah dimulai ibu Mega diberi sentuhan akhir yang sangat elegan, yaitu dengan menghadiri acara pelantikan tersebut," himbau Hidayat. Mantan presiden Partai Keadlian Sejahtera yang sukses mengantarkan SBY ke kursi Presiden ini mengatakan bahwa masih ada waktu beberapa hari supaya Megawati mempertimbangkan lagi untuk hadir. Namun Hidayat menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan secara khusus pendekatan supaya megawati hadir. "Karena beliau pasti sudah tahu dalam berdemokrasi apa yang paling baik. Tapi yang penting kita akan saling berdialog, saling apresiasi dan sinergi antar lembaga tinggi negara tentang bagaimana menghadirkan demokrasi. Salah satunya saya harap beliau mau menghadiri pelantikan," demikian Hidayat.
(dni/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































