Surya Ditanya Reformasi Birokrasi
Minggu, 17 Okt 2004 23:05 WIB
Jakarta - Ketua DPP PPP Suryadarma Ali, juga dipanggil SBY sebagai kandidat menteri. Surya mengaku tidak punya persiapan khusus, hanya bermodal CV. Tapi Surya mengaku diajak ngobrol tentang reformasi birokrasi. Surya dalam pertemuan singkatnya sekitar 1 jam mengaku banyak ditanya SBY perihal reformasi birokrasi. SBY lebih banyak menanyakan pemikirannya mengenai reformasi birokrasi. Kepada SBY, Surya menyatakan bahwa yang diperlukan dalam pemerintahan mendatang berkaitan dengan reformasi birokrasi adalah koordinasi lintas departemen dalam menyelesaikan masalah. Hal ini agar tidak terjadi program kerja yang saling tumpang tindih. Surya mengaku dirinya telah menandatangani surat pernyataan untuk bekerja dengan penuh integritas dalam pemerintahan kabinet mendatang. Namun ia menambahkan belum tentu penandatangan tersebut sudah merupakan jaminan dirinya akan menjadi menteri. "Penandatanganan bukan segalanya lho. Tetap presiden terpilih yang nanti akan menentukan pilihannya. Dan itu akan diumumkan pada tanggal 20 Oktober," ujarnya saat meninggalkan kediaman SBY di Puri Cikeas Indah, Gunung Puteri, Bogor, sekitar pukul 22.15 WIB, Minggu (17/10/2004). Sebelumnya, sebelum bertemu SBY, Surya mengaku ia adalah salah satu kandidat menteri yang diusulkan oleh PPP selain Alimarwan Hanan, Zarkarsih Noer, dan Endin AJ Soefihara. Surya sore tadi ditelepon Sudi Silalahi. Surya diminta datang ke Cikeas untuk mengikuti seleksi calon menteri. Sedangkan kandidat lainnya, Anggito Abimanyu meninggalkan Cikeas sambil berujar, "Lain kali saja ya." Anggito yang keluar sekitar pukul 22.30 WIB memilih no comment dan langsung ngeloyor pulang bersama Denny JA bersama-sama dengan satu mobil.
(dni/)











































