Mobil yang mengalami kecelakaan itu ternyata merupakan kendaraan dinas anggota DPRD Bekasi Ratu Sukarsih yang saat kecelakaan digunakan putranya, M Lutfi Fadilah (23).
Ratu meminjamkan mobil dinas itu karena ada kepentingan mendesak. "Sejujurnya saya tidak pernah kasih anak atau keluarga sekalipun pakai mobil dinas saya. Tapi karena urgent banget, karena mobil Lutfi baru kecelakaan dan (dia) harus manggung, dia minta izin (pinjam) sama saya. Saya sempat larang karena (perasaan saya) tidak enak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPRD Komisi B Kabupaten Bekasi ini mengaku bertanggung jawab penuh atas musibah mobil Daihatsu Terios yang menyebabkan dua nyawa melayang tersebut. "Saya bertanggung jawab penuh atas musibah ini, rencananya saya akan mengantarkan jenazah ke rumah duka di Bekasi dan Bandung," ujar Ratu.
Ratu berencana akan mengantarkan langsung jenazah Galih Adichandra (27) ke Bekasi Timur. Menurutnya Galih merupakan anak yatim. "Galih tinggal dengan ibunya seorang diri. Nantinya jenazah Galih akan dimakamkan di Bekasi," ujarnya.
Ratu mengatakan saat ini Lutfi tengah memberi kesaksian di Ditlantas Polda Metro Jaya di Pancoran. "Alhamdulillah anak saya tidak begitu parah, cuma luka-luka ringan," ujarnya.
Menanggapi kecelakaan itu, Technical Service Division Head PT Astra Daihatsu Motor Ahmad Syaufi mengatakan kalau dalam sebuah kecelakaan semua hal bisa terjadi.
"Kalau mobil sampai terbalik saat kecelakaan, semua bisa terjadi," katanya kepada detikOto.
"Ketika kecelakaan, bisa jadi bahan bakar bocor karena adanya benturan yang keras. Bahan bakar itu lalu kena percikan api hasil dari gesekan body mobil dan aspal. Jadi semua bisa terjadi," lugasnya.
Syaufi juga membantah kalau Daihatsu Terios tidak sesuai standar keamanan, karena mobil apa pun dari merek apa pun bisa mengalami kejadian seperti itu. "Ini murni kecelakaan. Saat kecelakaan, semua bisa terjadi," lugasnya.
(ddn/nrl)











































