Ferdi Tampubolon (25) menyatakan, dia dan kawannya Herben (25) mengakui menghentikan motor Arya pada Senin (27/5/2013) pagi di Jalan M. Idris, tapi bukan untuk maksud kriminal.
"Kami mau minta tolong diantarkan, mau menumpang," kata Ferdi yang memiliki sejumlah tato di lengan kanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengakuan Ferdi, mereka lantas berbonceng tiga. Ferdi yang membawa motor, lalu Herben duduk di tengah, sementara Arya duduk di belakang. Namun belakangan Arya terjatuh dan kemudian meneriaki mereka maling.
"Dia jatuh dan berteriak maling, lalu orang-orang datang," tukas Ferdi
Tapi Arya membantah keterangan ini. Menurut Arya, keduanya memang mau merampas motor tersebut, makanya Arya mengejar, berteriak maling dan melempar keduanya dengan batu hingga keduanya terjatuh dari motor.
(rul/try)











































