Jimly akan Temui Mega Terkait Penolakan Hadiri Pelantikan SBY

Jimly akan Temui Mega Terkait Penolakan Hadiri Pelantikan SBY

- detikNews
Minggu, 17 Okt 2004 20:08 WIB
Jakarta - Rencananya, Senin (18/10/2004) Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Ash-shiddiqi akan bertemu dengan Presiden Megawati Soekarnoputri. Dalam pertemuan tersebut, MK menanyakan kebenaran apakah Megawati akan datang atau tidak dalam pelantikan SBY sebagai presiden tanggal 20 Oktober."Senin saya baru akan bicara soal itu, saya rencananya akan ketemu dengan Presiden Megawati, apakah betul tidak datang?" kata Ketua MK Jimly Asshiddiqi kepada wartawan di sela-sela acara buka puasa di kediamannya di Widya Chandra III/7, Jakarta Selatan, Minggu (17/10/2004).Jimly enggan berkomentar banyak ketika dimintai komentarnya soal ketidakhadiran Megawati dalam pelantikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden oleh MPR lusa nanti. Untuk itu, aku Jimly, dirinya akan bertemu sejumlah pihak yang berkepentingan untuk mengetahui."Itu masalah atau tidak, kita harus dengar dulu dari Megawati. Jadi tunggu dulu semua bicara," jelasnya singkat.Ketidakhadiran Megawati dalam pelantikan mendatang, sebenarnya menurut budayawan Frans Magnis Suseno, tidak berdampak besar. Hanya saja, Megawati seharusnya mau hadir sebagai ungkapan selamat kepada SBY yang menjadi penggantinya dalam menjalankan tugas-tugasnya selama ini. "Saya tidak tahu. Tetapi lebih bagus Presiden Megawati bisa hadir di MPR," jelas Romo Magnis ketika ditanya apakah etis Megawati tak hadir.Sementara dari kubu Wapres Hamzah Haz tampaknya masih memerlukan koordinasi protokoler dengan kubu Megawati. Menurut Ketua DPP PPP Lukman Hakiem, pihaknya saat ini sedang mencocokka0n protokoler. "Wapresnya datang, tapi Presidennya tidak datang juga bagaimana?" katanya.Namun begitu, menurut Lukman, sejak awal niat Hamzah Haz memang ingin menghadiri acara pelantikan SBY. Keinginan Hamzah Haz hadir sendiri tidak ada kaitannya dengan sejumlah tokoh PPP yang ikut disebut-sebut menjadi calon kabinet SBY. "Tidak, kita tidak mengkaitkan dengan pencalonan menteri dalam kabinet. Tapi undangan itu tidak salahnya dihadiri dan patut dihadiri," jelas Lukman.Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua DPP PPP Tosari Wijaya bahwa kehadiran Presiden Megawati dalam pelantikan tersebut merupakan preseden yang baik bagi rakyat Indonesia. Selama ini, dari sejumlah pergantian kepemimpinan nasional terlihat kurang baik.Jadi, menuru Tosari, dengan kehadiran Megawati, masyarakat juga dapat melihat bahawa pergantian ini berjalan dengan baik. "Siapa yang kalah jangan mengesankan malah menjauh, tapi harus menjadi teladan. Jangan memberikan kesan kepada rakyat ada perbedaan itu. Dan perlu ada peralihan yang wajar," jelasnya.Menurut Lukman Hakiem, Senin besok, di MPR akan ada rapat konsultasi antara pimpinan MPR dan pimpinan fraksi. Rapat konsultasi tersebut untuk membahas prosesi tanggal 20 Oktober mendatang. (zal/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads