Ditemui di kantornya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Senin (27/5/2013), Nuh mengatakan kasus nilai tak keluar adalah masalah 'langganan' dalam UN setiap tahun. Penyebabnya ada bermacam-macam.
"Diclearkan lagi aja namanya siapa, sekolah mana. Lapor Puspendik (Pusat Penelitian Pendidikan) dicek lagi, dikasih, selesai," kata Nuh.
Menurut dia, setiap tahun selalu ada persoalan nilai yang belum masuk. "Kalau keselip atau apa, bisa diurus," katanya.
Seorang warga Tangerang, Bambang Kunhassario, sebelumnya menceritakan, putrinya yang bersekolah di sebuah SMA di Tangerang terus murung sejak pekan lalu karena belum menerima pengumuman kelulusan hasil UN. Ada satu nilai pelajaran yang belum keluar.
Sejak kemarin, Bambang pun terus mencari penjelasan. Namun tak kunjung mendapat informasi.
Kini, kata Bambang, sang anak kini stres karena dibebani pikiran menggantung soal kelulusan. Waktu pendaftaran ke universitas pun sudah dekat.
"Sekarang anak saya stres dan nangis terus, nggak mau makan. Itu yang membuat saya down," ceritanya.
(mad/nrl)











































