20 Rumah Terbakar, 3 Orang Tewas

Rusuh Mamasa, Sulbar

20 Rumah Terbakar, 3 Orang Tewas

- detikNews
Minggu, 17 Okt 2004 12:11 WIB
Makassar - Sejak pecahnya bentrokan antarwarga yang meletus di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), 400 km dari Makassar, hingga saat ini, Minggu (17/10/2004), telah mengakibatkan 20 rumah terbakar dan 3 orang tewas. Rusuh meletus sejak Jumat (15/10/2004). Puluhan rumah yang terbakar terjadi di Desa Paniteang, Kecamatan Arale, Mamasa. Sementara 3 orang yang dikabarkan tewas yakni Muis (42), Hasan (40), dan Bahar (35). Muis dan Hasan adalah warga desa Paniteang yang berprofesi sebagai petani. Keduanya tewas karena terkena tusukan tombak. Sementara Bahar adalah warga dari Aralle Utara, daerah pemekaran. Kerusuhan di Mamasa ini kembali meletus, akibat gesekan kembali terjadi antara pihak yang pro dan kontra pemekaran wilayah. Gesekan ini bermula dari tindakan Jalilu, salah seorang warga Desa Paniteang, Arale , yang pro pemekaran, memasang spanduk di depan rumahnya yang bertuliskan 'ATM (Arale, Tabulahan, dan Mambi) Masuk Wilyah Mamasa'. Tindakan ini tidak disenangi warga. Karena warga kecamatan Arale kontra pemekaran wilayah. Warga pun mengusir Jalilu. Namun tidak jera diusir, Jalilu malah membawa serombongan warga yang pro pemekaran menyerang Desa Paniteang. Dan bentrokan pun meletus. Sekadar diketahui, konflik antara pro dan kontra pemekaran wilayah ini terjadi sejak dikeluarkannya Undang-undang no 11 tahun 2002 yang mengatur tentang pemisahan Mamasa, lepas dari Polmas. Sebelumnya Mamasa adalah sebuah kecamatan. Namun, beberapa daerah seperti Arale, Tabulahan, dan Mambi atau bisa disebut ATM, sebagian besar warganya menolak untuk begabung dengan Mamasa. Meskipun secara geografis, wilayah ATM masuk dalam wilayah Mamasa. (asy/)


Berita Terkait