PKS Warning SBY-Kalla Soal Para Calon Menteri
Minggu, 17 Okt 2004 11:19 WIB
Jakarta - Sebelas calon menteri telah dipanggil presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menilai, ada sejumlah orang bermasalah di antara para calon menteri itu. PKS telah memberikan warning awal kepada SBY-Kalla. Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP PKS Tifatul Sembiring saat berbincang-bincang dengan detikcom, Minggu (17/10/2004). Warning itu telah dikirimkan tim khusus kepada wapres terpilih Jusuf Kalla pada Sabtu (16/10/2004) malam."Beberapa hari ini kami mengamati serius mengenai hal itu. Kami telah menyampaikan beberapa masukan kepada SBY-Kalla tadi malam. Hal ini terkait adanya calon menteri yang merupakan kepanjangan tangan IMF dan juga pengemplang utang di BPPN," kata dia. Tim khusus yang salah satunya terdiri dari Sekjen DPP PKS Anis Matta itu mendatangi langsung Kalla untuk menyampaikan hal itu. Tim PKS juga telah menghubungi tim SBY melalui telepon tentang keberatan hal itu. Informasi mengenai adanya calon menteri yang bermasalah itu, kata Tifatul, didapatkan PKS setelah mendapatkan masukan dari masyarakat, LSM, mahasiswa, dan elemen lainnya. "Pak Kalla mengatakan akan membahas kembali tentang calon menteri itu," kata dia. Menurut Tifatul, tim PKS juga sudah menanyakan mengenai mengapa beberapa orang bermasalah itu sampai dipanggil sebagai calon menteri. "Jawabannya, karena pemanggilan itu masih fit and proper test. Kita serius dengan hal ini, dan kita akan lihat nanti, apakah mereka tetap diangkat atau tidak. Karena itu, kita memberikan warning awal," ungkapnya. Tifatul berharap, tidak hanya PKS saja yang mengkritisi para calon menteri itu, tapi juga seluruh masyarakat. "Kalau sampai ada satu pun orang bermasalah yang masuk menjadi menteri, itu akan dapat menyirnakan harapan perubahan yang masyarakat idam-idamkan," jelasnya. Siapa saja orang-orang bermasalah itu? Tifatul tidak perlu menyebutkannya, karena tidak etis. "Hanya saja, kita ingin mengingatkan janji awal bahwa kabinet akan diisi orang-orang yang bersih," ungkapnya. Tentang calon menteri dari PKS, Tifatul menyatakan, sudah hampir pasti akan segera dipanggil SBY. Namun, Tifatul juga tidak mau menyebutkannya. "Ini sudah hampir finish. Tapi, saya tidak bisa menyebut nama-nama yang diajukan," ungkapnya. Saat ditanya bagaimana bila nanti orang-orang bermasalah itu tetap menjadi anggota kabinet SBY, apakah PKS akan menarik menterinya, Tifatul belum bisa memastikan. Tapi, kata dia, PKS bisa membantu pemerintah baik di dalam kabinet, maupun di luar kabinet. "Nanti, kita akan bicarakan dulu. Tidak bisa serta merta, kita akan menarik menteri kita atau tidak. Tapi, ini akan dibicarakan serius. Kalau tidak, kita akan mendapat banyak hujatan. Kita sangat meminta agar keinginan kita diperhatikan, karena kita dulu juga sungguh-sungguh pada pilpres kedua untuk memenangkan SBY-Kalla," kata dia. Meski nama para calon menteri yang dianggap bermasalah itu tidak disebutkan, namun diduga, mereka adalah Mari E Pangestu, Rachmat Gobel, dan Aburizal Bakrie. Khusus untuk Aburizal, ada catatan bahwa dia merupakan mantan peserta konvensi Partai Golkar.
(asy/)











































