Ikrar: Tak Datang Pelantikan, Citra Mega dan PDIP Makin Buruk

Ikrar: Tak Datang Pelantikan, Citra Mega dan PDIP Makin Buruk

- detikNews
Minggu, 17 Okt 2004 09:12 WIB
Jakarta - Pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti menilai, citra Megawati dan PDI Perjuangan akan makin buruk dengan adanya sikap Megawati yang enggan hadir dalam pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2004 mendatang. Selain itu, sikap Megawati dianggap tidak memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat."Kebesaran jiwa seorang pemimpin penting ditunjukkan untuk memberikan contoh yang baik kepada rakyat," ujar Ikrar dalam percakapan dengan detikcom, Minggu (17/10/2004).Menurutnya, jika Megawati hadir maka apresiasi masyarakat akan makin bertambah pada diri ketua umum PDI Perjuangan ini. "Kalau datang tentu akan menambah kredit poin sebagai seorang negarawan." "Dan bila nanti terjadi problem dalam kabinet baru, Mega akan dikenang sebagai seorang yang patut dipuji dan diteladani," tukasnya. Ikrar mengungkapkan, citra tersebut tidak akan buruk jika Megawati bersedia melakukan pertemuan dengan Jenderal (purn) Susilo Bambang Yudhoyono sebelum tanggal 20 Oktober. "Masyarakat saat ini sedang menunggu-nunggu momen historis kedua pemimpin bangsa bisa bertemu dan bersalaman. Ini akan menunjukkan bahwa Megawati menerima hasil pemilu tidak hanya sekedar ucapan saja," tandasnya.MPR, lanjut dia, juga harus membuat terobosan baru dalam membuat aturan main mengenai pelantikan presiden dan wapres mendatang. "Kita tidak lagi hanya sekedar menonton seremonial saja tapi juga ada yang lebih substabsi yakni adanya penandatanganan serah terima jabatan.""Jadi, harus ada aturan transfer of power bukan sekedar pindah tetap duduk," demikian Ikrar. (ton/)


Berita Terkait