Seharusnya Megawati Mengikuti Jejak BJ Habibie
Minggu, 17 Okt 2004 07:36 WIB
Jakarta -
Keengganan Presiden Megawati menghadiri acara pelantikan presiden dan wapres periode 2004-2009 memang patut disayangkan. Sikap ini bisa dinilai sebagai ketidakdewasaan Megawati dalam menerima realitas politik.Sikap Megawati yang diumumkan Wasekjen PDI Perjuangan Pramono Anung memang ditunggu-tunggu publik Indonesia. Masyarakat sedang menanti kepastian sikap ketua umum partai berlambang banteng tersebut apakah akan memenuhi undangan MPR atau tidak.Memang tidak ada aturan hukum yang mewajibkan presiden lama menghadiri pelantikan presiden terpilih. Namun, masyarakat tentu akan menilai sejauh mana kedewasaan berpolitik Megawati dalam menerima realitas politik.Bila dikatakan Pramono bahwa belum ada fatsoen yang mengatur tentang hal itu, tentu tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar. Pasalnya, mantan Presiden BJ Habibie menghadiri pelantikan Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI. "Kehadiran Habibie saat Gus Dur dilantik, itu juga sudah merupakan contoh fatsoen," ujar pengamat politik dari LIPI Ikrar Nusa Bhakti dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (17/10/2004).Menurutnya, saat itu Habibie telah menunjukkan kedewasaan dalam menerima realitas politik. "Bisa dibayangkan, Habibie yang saat itu ditolak laporan pertanggungjawabannya oleh sidang paripurna MPR. Bahkan, dicemoohi oleh anggota MPR.""Tapi, Habibie tetap hadir dalam sidang pelantikan Gus Dur menjadi presiden. Ini menunjukkan Habibie legowo menerima kenyataan," tukasnya.Mungkin saja, lanjut peneliti senior ini, Megawati merasa sakit hati dengan SBY karena merasa dibohongi. "SBY dulu saat mundur dari menteri membantah akan mencalonkan diri jadi presiden tapi lebih karena bermasalah dalam kabinet. Jadi, memang wajar kalau Mega merasa ditelikung SBY," kata Ikrar.Meski demikian, Megawati harus tetap memberi keteladanan yang baik kepada rakyat. Ketika rakyat tidak melakukan tindakan negatif terhadap hasil pemilu seharusnya pemimpin bangsa juga melakukan hal yang sama.Toh, tak ada salahnya jika Megawati mengikuti jejak kenegarawanan BJ Habibie.
(ton/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































